Different part 14 ending

Standar

Different part 14 Last Part

Pernah kah kau sadar perbedaan lah yang membawamu kembali?Waktu yang terus berputar seakan terus mengejarmu.Mengejarmu dalam kerinduan dan cintamu yang perlahan mulai redup.Perbedaan itu kini telah terhampar jelas didepanmu.Apakah kau sudah sadar sekarang?Sadar dengan perbedaan yang ada didepanmu.

Hyerin termangu.Matanya menerawang menatap langit.Cerah.Yah,langit tampak cerah hari ini.Tapi kecerahannya tak dapat membuat gadis itu tersenyum. Entahlah,apa yang kini gadis itu pikirkan.Kejadian tadi pagi sudah  membuatnya cukup terkejut.Baik Yoochun dan Joonhee ataupun Raekyung yang menanyakan tentang perasaannya pada Changmin.Rasanya kejadian yang terjadi akhir – akhir ini terlalu pelik untuk ia lupakan.Kejadian kemarin   berkelebat di dalam pikirannya.Kejadian saat Jaejoong mengatakan dengan sangat amat jelas bahwa pria itu tak ingin melihat wajahnya lagi.Ia sendiri bingung kenapa perkataan Jaejoong terus terngiang di telinganya.Dan setiap ia  mengingat hal itu hatinya terasa perih, sampai – sampai ia ingin menangis.

Perlahan ia sentuh dadanya yang terasa sakit. “Kenapa begitu menyakitkan seperti ini?”

#

Hyewon mendesah berat.Ia tak melihat Jaejoong dimana pun sejak ia menjelaskan tentang masalah pelik diantara mereka.Kemana perginya pria itu?Apakah pria itu sudah pergi menemui adiknya?Tapi sekarang kan masih jam pelajaran,tak mungkin Jaejoong pergi.

Hyewon mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru lapangan.Napasnya tercekat saat menangkap sesosok pria yang tengah melemparkan bola basket ke dalam ring.Bukan.Pria itu bukan Jaejoong melainkan Junsu.Kenapa ia harus melihat pria itu?Padahal ia tengah berusaha menghapus rasa cintanya pada Junsu.Kenapa sepertinya tuhan tak mengizinkannya tuk melupakan pria itu?

‘Kenapa harus melihatmu lagi?’ Perlahan ia balikan tubuhnya cepat meninggalkan lapangan itu.

#

Junsu menghentikan permainannya.Matanya menatap lurus kearah gadis yang kini tengah meninggalkannya.Dipandangnya punggung gadis itu lama, sampai bayangan gadis itu menghilang dibalik lorong.Perlahan ia langkahkan kakinya cepat tuk mengejar gadis itu.

“Hyewon,kali ini aku yang akan mengejarmu!!!” ujarnya mantap.

#

Jaejoong terdiam.Kepalanya tertunduk dalam.Kepalanya terasa berdenyut. Perkataan Hyewon terus terngiang di pikirannya.

‘Sadar kah kau Jongie?Kau telah dibuatnya berpaling hati dariku. Hyerin telah membuatmu,jatuh cinta padanya!!’

Perlahan ia sentuh dadanya yang terasa perih.Terbesit wajah gadis yang kini tengah memenuhi ruang di hatinya.Rasanya begitu menyesakkan setiap mengingat gadis itu.Bayang – bayang wajah gadis itu terus berkelebat dengan jelas di pikirannya.Wajah gadis yang tengah menangis karena perkataannya yang meminta gadis itu untuk pergi dan tak pernah menemuinya lagi seakan terus bergulir. Hatinya semakin pedih setiap wajah sedih gadis itu tercermin jelas di pikirannya.Dihirupnya udara siang itu kuat,seraya menenangkan hatinya yang kian teriris.

“Maafkan aku…”gumamnya lirih.

#

“Hyewon!!!!”

Hyewon menghentikan langkahnya saat terdengar jelas seseorang menyerukan namanya.Apakah Jaejoong yang memanggilnya?Tidak tadi bukan suara Jaejoong.Ia kenal betul suara itu,suara pria yang kini tengah ia lupakan.Perlahan ia balikkan tubuhnya kearah asal suara tersebut.Dugaannya tepat.Pria yang memanggilnya adalah Junsu.Pria itu kini tengah menatapnya dalam dengan napas naik – turun. Apakah Junsu mengejarnya?Bukankah seharusnya pria itu sedang bermain basket dilapangan?Tapi kenapa sekarang Junsu berdiri dihadapannya?

Junsu tersenyum tipis melihat Hyewon yang kini tengah menatapnya. Perlahan ia langkahkan kakinya kearah gadis itu,dapat ia lihat Hyewon terpaku  saat dirinya semakin dekat dengan gadis itu.

Napas Hyewon tercekat saat Junsu semakin dekat dengannya.Hyewon terpaku,badannya seolah sulit untuk ia gerakan walaupun rasanya hal itu bertentangan dengan hatinya.Yang Hyewon tahu kini Junsu sudah tepat berdiri dihadapannya dengan senyum menawan yang menghiasi bibir pria itu.

“Sudah ku duga kau tak akan lari dariku,Hyewon.”

Hyewon terperajat mendengar perkataan Junsu.Junsu mengatakan dengan jelas apa yang ada dihatinya.Yah,Hyewon sadar sekeras apapun ia berusaha melupakan Junsu,tetap saja ia akan kembali berpaling kearah pria itu.Tapi penolakan Junsu padanya dulu teramat menyakitkan.Ia tak bisa menerima hal itu.Saat Junsu menolak cintanya dulu,harga dirinya seakan hancur.

Hyewon menghirup napas dalam,mengkontrol dirinya agar tetap tenang berhadapan dengan Junsu. “Aku ini kakak kelasmu.Tak pantas kau hanya memanggilku dengan nama saja tanpa ada sebutan ‘noona’.”ujarnya tajam. Hatinya perih saat harus mengatakan hal itu. Padahal ia dulu sangat tidak suka jika Junsu memanggilnya dengan sebutan ‘noona’ tapi karena kekecewaan yang ia rasakan,ia yang kini meminta Junsu memanggilnya dengan sebutan ‘noona’

Junsu terdiam mendengar perkataan Hyewon.Jadi benar gadis itu telah melupakannya?Hatinya terasa ditikam belati mendengar perkataan Hyewon padanya.Ia sadar,sikap yang Hyewon tunjukan padanya karena sikap dirinya pada gadis itu dulu.Tapi apakah ia tak bisa memulainya dari awal?Memulai apa yang dulu ia tahan- perasaan cintanya pada Hyewon.Ia sunggingkan senyum tipis kearah Hyewon.Dapat ia lihat wajah Hyewon yang menegang.

“Hyewon,aku mencintaimu.Dengan jelas aku katakan aku mencintaimu!!!”

Mata Hyewon membulat Junsu telah menyatakan cinta padanya.Jantung berdegup cepat. Tak dapat ia pungkiri,ia amat senang dengan perkataan Junsu padanya.Tapi- Tapi kenapa baru sekarang pria itu mengatakannya? Kenapa bukan dari dulu?Kenapa bukan saat ia menyatakan cintanya pada pria itu?Kenapa ia harus menerima penolakan dulu,baru bisa mendengar perkataan yang sangat manis itu?

“Kenapa?” hanya itu yang dapat keluar dari mulutnya.Yang ia butuhkan saat ini adalah penjelasan kenapa Junsu menolaknya dulu!!!

Junsu sudah menduga,Hyewon akan mengatakan hal itu.Ia tahu pasti gadis itu bingung.Padahal ia dulu menolak perasaan cinta gadis itu padanya.Tapi sekarang ia malah mengatakan dengan tegas perasaannya pada Hyewon.

Perlahan Junsu menggerakan tangannya dan menyentuh pipi Hyewon lembut.Kebahagian perlahan menelusup ke hatinya,hanya dengan menyentuh Hyewon. Bahkan Hyewon pun tak menolak sentuhannya.

“Karena rasa cintaku teramat dalam padamu.Makanya aku rela melepasmu, walaupun sakit rasanya.”

Hyewon menyerengit bingung mendengar jawaban Junsu.Perlahan ia lepaskan tangan Junsu dari pipinya. Ia benar – benar tak mengerti apa maksud perkataan Junsu! Kalau pria itu mencintainya,kenapa Junsu tega membuat hatinya terluka.

“Jawabanmu tak masuk akal!!!Kalau kau mencintaiku,mestinya saat aku bilang suka padamu,kau akan membalasnya!!Bukan malah menolakku!!!” Hyewon mengatur napasnya yang naik – turun.Emosinya tersulut mendengar jawaban Junsu.

Junsu terdiam.Entah apa yang harus ia katakan untuk meyakinkan Hyewon,kalau ia sangat mencintai gadis itu.Ia tak mungkin mengatakan menolak perasaan Hyewon dulu karena Jaejoong.

“Hyewon,aku-.”

“Sudahlah,aku tak ingin mendengar apa pun lagi darimu!!!!” sela Hyewon cepat.Ia langkahkan kakinya pergi. Entah kenapa ia menjadi emosi mendengar perkataan Junsu yang terdengar tak masuk akal.Mestinya kalau Junsu mencintainya,pria itu akan membalas cintanya!!Bukan malah menolak dan membuat hatinya sakit!.

#

Hyerin melangkahkan kakinya cepat.Ia butuh istirahat dan menenangkan pikirannya saat ini.Ia sudah cukup penat disekolah tadi.Yang ia inginkan hanya satu,tidur.Mungkin dengan tidur ia bisa menenangkan pikirannya dan melupakan hal – hal pelik yang terus bergulir di pikirannya.

Langkahnya terhenti.Seorang pria tengah bersandar dipagar rumahnya.Ia pertegas penglihatannya untuk mengenali pria itu lebih detail.Perlahan senyum mengembang dibibirnya.Dengan cepat ia bergegas kearah pria itu.

“Yunho!!!” ujarnya tepat di depan pria itu.

Yunho tersenyum kecil melihat kedatangan Hyerin.Tak sia – sia ia menunggu gadis itu pulang.

“Ada apa kau datang kerumahku?”

Yunho mengelus puncak kepala Hyerin singkat.Kecemasannya pada gadis itu sedikit terobati melihat senyum merakah yang kini terpampang jelas di bibir merahnya.Tak ada lagi sorot kesedihan yang tergambar di wajah Hyerin, seperti yang ia lihat kemarin malam.

“Ada hal penting yang ingin kusampaikan padamu.”

Hyerin menyerengit bingung.Apa yang ingin Yunho katakan padanya?Kenapa ada rona kemerahan di pipi Yunho?

“Ne,katakan didalam saja!!”ajak Hyerin.Tangannya menarik Yunho masuk.

“Anni,aku ingin mengatakannya disini.” cegah Yunho.

Hyerin mengerjap – ngerjapkan matanya melihat Yunho.Dapat ia tangkap suatu keganjilan dari sikap Yunho. Belum pernah ia lihat Yunho yang seperti ini,dengan rona merah di kedua pipinya dan sikap kikuk yang tak pernah Yunho tunjukan padanya.Sebenarnya ada apa dengan Yunho?

“Baiklah,katakan apa yang ingin kau katakan padaku.”Ia sunggingkan senyumnya kearah Yunho.

Jantungnya Yunho terus berdegup cepat.Saking cepatnya mungkin Hyerin bisa mendengar debaran jantungnya saat ini.Belum pernah ia merasa segugup ini.Apakah memang benar setiap pria yang akan menyatakan cinta akan mengalami tremor seperti ini?Mulutnya terasa kelu untuk digerakan.Rasanya terlalu susah menyebutkan kalimat keramat itu ‘Aku mencintaimu’.

Yunho menelan ludahnya perlahan.Hyerin masih tersenyum dan menunggu jawaban yang keluar dari mulutnya. Perlahan ia buka mulutnya yang terkatup. “Hyerin, aku…aku…” mulutnya terlalu susah untuk berkata – kata saat ini.Susah untuk mengelurkan perkataan yang seakan tercekat di pita suaranya.

Hyerin menyerengit.Sebenarnya Yunho mau mengatakan apa?Kenapa Yunho terlihat gugup seperti itu? “Yunho,kau mau mengatakan apa?” tanyanya tak sabar.

Perlahan kringat dingin mengalir dipelipis Yunho.Jantungnya semakin berdegup cepat,melihat Hyerin yang tak sabar menunggu perkataannya.

“Hyerin,aku..aku..”

Hyerin menghela napas dalam. “Ne,kau mau mengatakan apa?”

Yunho meraih jemari Hyerin kedalam genggamannya.Dapat ia rasakan kehangatan saat menggenggam jemari Hyerin.Ia pandang Hyerin lekat.Ia menghirup napasnya dalam.Ia buladkan tekatnya tuk mengtakan kalimat yang sudah ia pendam sejak dulu untuk gadis itu.

Dapat ia rasakan jemari Yunho yang terasa dingin.Apa Yunho sakit?Kenapa jemarinya terasa begitu dingin?

“Yunho kau-” perkataannya tercekat.Dapat ia lihat seorang tengah berdiri dari balik punggung Yunho.Orang itu kini tengah memperhatikannya dan Yunho.

‘Kenapa?Kenapa kau bisa ada disini?’

“Hyerin,aku..”

Hyerin kembali mengalihkan penglihatannya kearah Yunho.Pikirannya seakan bercabang melihat sosok itu. “Ne,Yunho?” Ia tergagap.

Yunho menatap Hyerin dalam.Diperkuat genggamannya di jemari gadis itu.

“Hyerin,aku mencintaimu.”

#

Jaejoong terpaku.Entah kenapa ia kini sudah berdiri dibalik tinkungan tak jauh dari rumah Hyerin.Kakinya terasa berat untuk melangkah pergi. Walaupun pemandangan didepannya begitu menyesakan.Dapat ia lihat Yunho tengah berbicara dengan Hyerin.Entah apa yang mereka berdua bicarakan.Tapi dapat ia lihat dari gelagat yang janggal dari Yunho.Kini Yunho tengah menggenggam tangan Hyerin erat.Dapat ia rasakan dadanya terasa ditikam.

‘Apakah aku sudah terlambat?’

Perlahan ia berjalan mendekat kearah Hyerin dan Yunho.Yang ia tahu,ia ingin mendengar apa yang akan Yunho katakan pada Hyerin saat ini walaupun perkataan yang akan ia dengar begitu menyakitkan.

‘Bahkan kau tak menyadari kehadiranku,Hyerin.’

Napasnya seakan tercekat.Kini Hyerin tampak memiringkan kepalanya dan menatapnya dari balik punggung Yunho.Apakah ia kini terlalu dekat dengan Yunho dan Hyerin?Apakah Hyerin kini tengah melihatnya?Apakah itu hanya perasaannya saja?

Perlahan ia gerakan mulutnya yang terkatup.Berharap gadis itu akan mendengar perkataannya. “Hyerin,aku mencintaimu.” gumamnya lirih.

“Hyerin,aku mencintaimu.”

Jaejoong terdiam saat Yunho mengatakan hal yang sama dengannya.Ia sadar,kalau Hyerin tak melihat dirinya.Tadi hanya perasaannya saja. Semuanya telah terlambat.Kini Hyerin tengah menatap Yunho dalam. Kepalanya terasa berdenyut,hatinya semakin sakit melihat Hyerin dan Yunho yang kini telah saling berpandangan.Ia tersenyum tipis,walau terlalu berat untuk tersenyum saat ini.

“Apa kau bercanda Yunho?”

Yunho terdiam.Kenapa Hyerin malah berbicara seperti itu?Tentu saja ia serius dengan perkataannya barusan.Ia mengeluarkan segenap perasaannya untuk mengatakan hal itu.

“Aku serius Hyerin!!!Aku mencintaimu.”

Mata Hyerin membulat.Kejutan ketiga yang ia dapat hari ini.Pernyataan cinta Yunho. Jujur ia amat senang mendengar perkataan manis yang Yunho utarakan padanya.Tapi kenapa?Kenapa rasanya dadanya begitu memilukan dan pedih?Ia miringkan kepalanya lagi.Matanya menatap seseorang yang kini tengah menatapnya.Ada guratan- entahlah ia sendiri tak tahu apa yang orang itu rasakan.Walaupun ia ragu untuk meyakinkan hatinya bahwa orang itu adalah Jaejoong.Jaejoog,pria yang memintanya untuk pergi.Bahkan pria itu tak ingin melihat dirinya lagi!Tapi kenapa?Kenapa Jaejoong kini muncul dihadapannya?

“Hyerin!!”

Hyerin tergagap saat sesuatu yang lembut menyentuh pipinya.Wajah Yunho kini begitu dekat dengannya.Amat dekat.Jantungnya berdegup kencang.

“Aku mencintaimu.Apa kau juga punya perasaan yang sama denganku?”

“Yunho,aku-.”

#

Jaejoong memejamkan matanya perlahan.Ia tak siap mendengar jawaban yang akan terlontar dari mulut Hyerin untuk Yunho.Ia terkekeh kecil.

“Kau benar – benar sudah terlambat Jaejoong.” senyum miris terlukis dibibirnya.

Terbayang wajah gadis itu,saat gadis itu mengatakan akan menjadi masa depannya.Rasanya semua itu kini percuma.Penyesalan kini menggerogoti hatinya.Kenapa jadi seperti ini?

“Aku mencintaimu.Maaf atas sikapku yang tak baik denganmu.Maaf terlambat untuk menyadari bahwa kau adalah Hyerin bukan Hyewon.”

“Maaf,karena aku terlalu bodoh untuk menyadari perasaan cintaku padamu dan ketulusan yang kau berikan untukku.”

Perlahan ia langkahkan kakinya pergim.Hatinya perih.Teramat perih.Sampai untuk bernapas pun rasanya terlalu sulit.

“Semoga kau bahagia Hyerin.Aku mencintaimu.Amat sangat mencintaimu.” gumamnya lirih.

#

“Ne,apa kau punya perasaan yang sama padaku?” tanya Yunho lagi.

Hyerin terdiam.Kegugupan perlahan menyergapnya,mengalir seluruh aliran darahnya.Rasanya begitu menyesakkan untuk menjawab pertanyaan Yunho.Ini aneh.Sungguh aneh. Mestinya ia senang dengan pernyataan Yunho padanya tapi kenapa?Kenapa rasanya tak begitu menyenangkan?Bukankah kah Yunho yang amat mengerti dirinya dan selalu membuatnya merasa nyaman?Tapi kenapa?Untuk mengiyakan pernyataan Yunho terlalu susah!

“Yunho,aku..aku..”

“Ne?” Yunho mengeratkan genggamannya.

Hyerin memiringkan kepalanya lagi.Matanya mencari pria itu.Pria yang berdiri tak jauh darinya dan Yunho.Tapi ia tak menemukan pria itu lagi.Kemana perginya?Pikiran Hyerin bercabang.Kepalanya di penuhi Yunho dan pria itu.Tapi kenapa pria itu muncul dihadapannya saat ini,saat Yunho menyatakan cinta padanya?Kenapa wajah pria itu- terlihat.Entahlah seperti penyesalan yang dapat ia simpulkan.

Yunho mentap Hyerin yang kini tengah memiringkan kepalanya.Ia balikan tubuhnya mengikuti arah pandang Hyerin.Kosong.Tidak ada siapun.Hanya jalan dan beberapa mobilyang terparkir di pinggirnya.Sebenarnya apa yang dilihat gadis itu?

“Hyerin.”panggilnya.

Yunho menyerengit.Gadis itu masih lurus menatap jalan yang kosong.Tak teralihkan. “Hyerin.” panggilnya lagi.

Hyerin terperajat. “Ne?”

Yunho mendesah berat.Sebenarnya ada apa dengan Hyerin?Gadis itu terlihat limbung. “Gwachana?” tanya khawatir.Tangannya menyentuh kening Hyerin lembut.

“Gwachana Yunho.” Hyerin menggeleng pelan.

“Lalu,apa jawabanmu?”

Hyerin terhenyak.Ia belum menjawab pernyataan Yunho.Ia menunduk.

“Yunho,aku..aku-“

Yunho mendesah berat.”Kau tak perlu menjawabnya sekarang.Aku rasa jiwamu tidak ada disini.Hanya ragamu yang ada disini.Entahlah aku pun tak tahu jiwamu kemana.” ujar Yunho akhirnya.Yunho merasa Hyerin tak meperhatikannya sejak tadi dan ia tahu percuma untuk meminta jawaban gadis itu sekarang.

Hyerin terdiam.Yunho benar.Walaupun raganya disini tapi jiwanya tidak. Pikirannya melayang memikirkan pria itu yang kini telah pergi.

‘Hyerin,kau bodoh!!Kau bodoh!!memikirkan pria itu!!!Lupakan Hyerin!!Lupakan!!’ umpatnya pada diri sendiri.

“Yunho,aku..aku-.”

“Sudahlah,masih banyak waktu untuk kau menjawabnya.”

Hyerin memandang lama wajah Yunho.Yunho kini tengah tersenyum kearahnya tapi ia tahu senyum itu terpaksa.

“Baiklah,kau istirahat saja.Aku akan pulang.”ujar Yunho dengan nada seceria mungkin.Tangannya mengelus puncak kepala Hyerin lembut.

Hyerin terdiam memandang punggung Yunho yang semakin kecil dipandangannya. “Hyerin,bukankah punggung itu yang selalu jadi tempatmu bersandar?Tapi kenapa?Kenapa kau membiarkan punggung itu menjauhimu? Bukankah kau tak ingin Yunho jauh darimu?Kenapa kau tidak menerima peryataan Yunho saja?Ada apa denganmu,hmm?” gumamnya pada diri sendiri.

#

Hyewon menghentikan langkahnya.Seorang pria berjalan melewatinya dengan lunglai.Ia perhatikan pria itu lekat.Pria itu perlahan membuka pintu mobil sport hitam yang tak jauh terparkir dari tempatnya berdiri.

“Ya!!!Jongie!!!!Aku mencarimu daritadi tahu!!!!” teriaknya kencang.

Jaejoong terperajat mendengar seseorang menerikan namanya kencang.Ia menoleh keasal suara tersebut.Tampak Hyewon tengah menatapnya dengan tangan terlipat didepan dada.

Hyewon mendesah singkat.Ia langkahkan kakinya kearah Jaejoong.Tak perlu ia mencari jauh – jauh pria itu.Ternyata orang yang ia cari berada tak jauh dari rumahnya.Tunggu rumahnya?Jaejoong berada didekat rumahnya? Hyewon tersenyum tipis melihat Jaejoong.Ia sudah tahu kenapa pria itu berada diarea lingkungan komplek perumahannya.

“Jadi kau sudah bertemu adikku?”tanyanya langsung.

Jaejoong tersentak.Hyewon langsung menodong pertanyaan yang paling tak ingin ia jawab saat ini.Aapalagi mengingat Hyerin yang kini tengah bersama Yunho.

Hyewon memiringkan kepalanya menatap Jaejoong.Dapat ia lihat raut wajah Jaejoong yang tiba – tiba muram.Apa pria itu belum bertemu dengan Hyerin?

“Jadi kau belum bertemu dengan Hyerin?”

Hyewon mendesah berat.Jaejoong tetap tak menjawab pertanyaannya sama sekali.Sepertinya tebakannya benar,Jaejoong belum bertemu dengan Hyerin.

“Akan aku temani kau bertemu dengannya!!!”ujar Hyewon akhirnya. Tangannya dengan cepat menarik Jaejoong pergi.

Jaejoong terperajat saat Hyewon sudah menariknya pergi. “Ya!!Hyewon!!!Aku tidak mau!!!” ujarnya setengah berteriak.Ia hempaskan tangan Hyewon kasar.

Hyewon menyerengit bingung melihat Jaejoong.Ia mencibir menatap pria itu.Ia pikir Jaejoong akan menemui Hyerin tapi ternyata ia salah.

“Kau tidak mau menemuinya tapi kenapa kau berada didekat rumahku?”

Kepala Jaejoong terasa berdenyut.Ia mendesah berat.Ia tatap Hyewon tajam. “Aku tak mau melihatnya bersama pria itu saat ini.”ujarnya lirih.

Hyewon terdiam mendengar perkataan Jaejoong.Apa maksud Jaejoong dengan pria itu? Apa itu artinya Jaejoong sudah bertemu dengan Hyerin?

“Siapa yang kau maksud dengan pria itu?Jadi kau sudah bertemu dengan Hyerin?”

Jantung Jaejoong berdegup cepat.Rasanya ia tak ingin menjawab pertanyaan Hyewon lagi.Kepalanya terasa penat untuk mengingat kejadian tadi.Kejadian yang amat sangat tidak ingin ia lihat.

Hyewon menghela napas panjang. Walaupun Jaejoong tak menjawab pertanyaannya tapi raut wajah Jaejoong sudah dapat melukiskan semuanya.

“Kau melihat Hyerin dengan Yunho?” tanyanya langsung.

Pertanyaan Hyewon tepat mengenai ulu hatinya.Jaejoong terdiam.Tanpa ia menjelaskan panjang lebar,Hyewon sudah mengetahuinya.

“Jongie,kau takut adikku tak akan memaafkanmu?Apa kau takut adikku bersama Yunho?

Jaejoong hanya diam.Ya,ia mengakui ia takut Hyerin tak akan memaafkannya setelah semua perkataan yang ia ucapkan pada gadis itu.Tapi yang paling ia takutkan saat ini,Hyerin berada didalam pelukan Yunho.

“Jongie, adikku itu tak pernah marah padamu.Dan untuk masalah Yunho, Hyerin dan Yunho itu teman sejak kecil.Aku rasa Hyerin hanya menganggap Yunho sebagai sahabat.”

“Kau tak tahu apa yang aku lihat Hyewon.Kau tak tahu kecemasan yang sekarang mendera hatiku!!Kau tak tahu apa yang Hyerin rasakan padaku.Kau tak tahu sama sekali!!!!”ujarnya lirih,nyaris seperti berbisik.

Hyewon mendesah.Wajah Jaejoong kini tampak mengenaskan.Matanya yang sayu dan wajahnya yang kemerahan seperti menahan gejolak yang terus berkecamuk kuat dihatinya. “Aku memang tak tahu kecemasanmu.Tapi aku dapat merasakan apa yang Hyerin rasakan!!Karena bagaimanapun kami satu jiwa,ia adik kembarku!!!”

“Aku tak tahu apa yang Hyerin lakukan bersama Yunho sekarang!!Aku juga tak tahu apa yang kau lihat tadi.Tapi yang aku tahu sekarang Jongie yang kukenal sangat pengecut!!Kau pengecut Jongie!!!Kemana perginya rasa percaya dirimu,hmm?Kemana perginya?Apa karena hal itu kau tak berani lagi?

Jaejoong terdiam mendengar semua perkataan Hyewon.Hyewon benar, semua percaya dirinya seakan meluap setelah Yunho menyatakan cinta pada Hyerin.Tapi ia sadr kini ia telah kalah,kalah dengan dirinya sendiri.

“Yunho menyatakan cintanya pada Hyerin.Bukankah itu sudah menjelaskan semua kekalahanku?Bukankah itu sudah jelas,tak ada jalan lagi untukku menemui Hyerin?”

Mata Hyewon membulat.Jadi Yunho sudah menyatakan cintanya pada Hyerin?

“Jongie,aku rasa-.”

“Sudahlah.Kau tak perlu mengatakan apapun lagi!!Karena mulai detik ini,aku akan menganggap semua masalah itu tak pernah ada.Aku akan menganggap pertemuanku dengan Hyerin tak pernah ada.”ujarnya lirih.Jaejoong kembali melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil.Dan melajukan mobilnya meninggalkan Hyewon yang masih mematung melihat kepergiannya.

“Jongie,kenapa kau tak mencobanya dulu?Kenapa kau menyerah semudah itu?”

#

Hyerin termangu memandang keluar jendela.Perkataan Yunho terus terngiang di telinganya.Bayangan wajah Yunho seakan berkelebat terus dipikirannya.Sepertinya tuhan tak mengizinkannya tuk tenang.Ia perhatikan lekat pemandangan didepan rumahnya.Matanya membulat melihat mobil hitam berhenti didepan rumahnya.

“Nuguya?” Matanya terus mentap lekat kearah mobil tersebut.Tak lama sang pemilik mobil keluar.Ia mengerjap – ngerjapkan matanya melihat sang pemilik mobil.

“Junsu ssi?Kenapa dia kesini?” Dengan cepat ia balikan tubuhnya bergegas untuk menghampiri Junsu.Tapi belum sempat ia membalikan tubuhnya,ia dapat melihat seorang gadis yang sangat mirip dengannya berjalan kearah Junsu.Tidak gadis itu malah berbelok masuk dan membuka pintu pagar rumahnya.

“Hyewon onnie?”

#

Hyewon mendesah berat melihat Junsu sudah berdiri didepan rumahnya. Dengan cepat ia langkahkan kakinya dan membuka pintu pagar rumahnya. Belum sempat ia mendorong pagar rumahnya. Dapat ia rasakan pergelangan tangannya dicengkram kuat.

“Aku mohon jangan menghindar dariku!!!”

“Ya!!!Aku tak ingin melihatmu!!Bisakah kau pergi??” Hyewon menghentakan tangannya dari cengkraman Junsu.

Junsu menatap Hyewon sendu.Otaknya berpikir keras untuk menemukan cara agar Hyewon dapat menerimanya.Ia tahu,Hyewon pasti sakit dengan penlakannya dulu.Tapi penolakan itu ia lakukan agar kakaknya bahagia!!

“Hyewon,aku mencintaimu.Aku amat sangat mencintaimu!!!” hanya kalimat itu yang bisa terlontar dari mulutnya.Ia sendiri bingung harus mengatakan apa selain itu.

Jantung Hyewon berdegup kencang mendengar perkataan Junsu.Rasanya ia bersorak senang mendengar itu.Tapi tak bisa,terlalu sakit mengingat penolakan Junsu dulu.Ia tak bisa semudah itu melupakan penolakan yang sangat jelas dulu.Sampai ia akhirnya harus bertukar tempat dengan Hyerin demi melupakan Junsu.

“Aku senang.Tapi kenapa bukan daridulu?Kenapa mesti sekarang kau mengatakannya? Setelah kau menyakit hatiku,Junsu.”

Junsu terdiam.Ia tak bisa menjawabnya.Rasanya ia ingin memeluk Hyewon saat ini.Hyewon kini tengah menangis.Gadis yang ia cintai kini tengah menangis.Menangis karena dirinya.

“Kenapa?Kenapa-..Kenapa..bukan daridulu?” Hyewon terisak.

Junsu rasanya tak tega melihat Hyewon yang terus mengalirkan airmata.Dengan cepat ia tarik gadis itu kedalam pelukannya.Rasanya terlalu menyakitkan hanya dengan melihat airmata Hyewon.

“Aku mohon jangan menangis.Maaf,maafkan aku.”ujar Junsu lirih.Dieratkan pelukannya ditubuh Hyewon.

Hyewon menangis kuat saat Junsu tiba – tiba memeluknya.Perasaan hangat sekan menjalar keseluruh tubuhnya.”Kenapa?Kenapa kau tak mengatakannya daridulu?” ujarnya terisak seraya meronta melepaskan pelukan Junsu. Walaupun jauh didasar hatinya ia tak ingin melepaskan pelukan Junsu.

Junsu semakin mengeratkan pelukannya ditubuh Hyewon.Ia tak ingin kehilangan gadis itu lagi.Rasanya menyakitkan melihat Hyewon jatuh kedalam pelukan pria lain.Dan ia tak mau itu terjadi lagi. Kali ini ia ingin memperjuangkan intanya sendiri. “Maaf.Maafkan aku Hyewon.”

“Maafkan aku.Karena tak pernah mengatakannya padamu.Maafkan aku karena terlalu mencintaimu.”

Hyewon menangis sesunggukan didalam pelukan Junsu.Perasaanya kian hangat mendengar perkataan Junsu.Seolah benteng pertahanannya runtuh mendengar semua perkataan Junsu padanya.Perlahan ia gerakan tangannya seraya membalas pelukan Junsu.

“Aku juga mencintaimu.”gumamnya.

Junsu semakin mengeratkan pelukannya mendengar perkataan Hyewon. Akhirnya Hyewon luluh.Hyewon akhirnya menerima dirinya.Menerima penyataan cintanya. “Gomawo,Hyewon.Gomawo.”

Perasaan bahagia perlahan menelusup keseluruh jiwa Hyewon.Senang.Itulah yang ia rasakan saat ini.Ia akui rasanya terlalu susah melepaskan magnet cintanya pada Junsu.

“Ne,Junsu.”

Perlahan Junsu melepaskan pelukannya pada Hyewon.Ia tatap Hyewon dalam.Disunggingkan senyum menawannya untuk gadis itu.Dapat ia lihat binar kebahagian di bola mata Hyewon yang coklat.Tanpa sadar Junsu mendekatakan wajahnya kearah gadis itu.

Napas Hyewon tercekat saat wajah Junsu semakin dekat padanya.Dapat ia rasakan hembusan napas Junsu di pipinya.Detik berikutnya,ia pejamkan matanya perlahan.

#

Hyerin ternganga melihat pemandangan didepan pagar rumahnya.Junsu dan Hyewon sedang berciuman. Perlahan ia tutup mulutnya dengan tangan. Matanya membulat.Jantungnya berdegup halus melihat itu semua. “Omo onnie.”

Kebahagian menjalar keseluruh aliran darahnya,melihat Hyewon dan Junsu.Akhirnya Hyewon dan Junsu bersama. “Onnie!!!Chukae!!!!”teriaknya tanpa sadar.Dengan cepat ia tutup mulutnya kembali.

‘Aishhhh Hyerin!!Bodoh sekali kau!!!’umpatnya.

#

“Onnie!!!Chukae!!!!”

Junsu dengan cepat melepaskan ciumannya pada Hyewon.Ia tergagap dan langsung membenarkan posisinya berdiri.

Hyewon menoleh kearah jendela kamarnya cepat.Tampak Hyerin yang tengah tersenyum getir kearahnya. Ia mencibir menatap adiknya yang tanpa dosa itu.Mengganggu waktunya dan Junsu.

“Aishhhh Hyerin!!!!!!”teriaknya geram.

“Mianhae onnie,aku tak sengaja!!!” teriak Hyerin cepat dan menutup tirai jendela kamarnya.

Hyewon menggerutu.”Aisshh dasar anak itu mengganggu saja!!!”

Junsu terkekeh geli melihat wajah Hyewon.Dengan cepat ia kembali menarik Hyewon kedalam pelukannya.Matanya memandang lurus wajah Hyewon yang kini tengah tersipu malu. “Sekarang pengganggu sudah tidak ada.”ujarnya seraya tersenyum.Detik berikutnya ia sudah menempelkan bibirnya dibibir Hyewon lembut.

Hyewon membalas ciuman Junsu lembut.Rasanya manis.Kehangatan seakan menjalar keseluruh tubuhnya.

#

Hyerin kembali mengintip lewat tirai jendelanya.Ia terkikik geli melihat Hyewon dan Junsu melanjutkan keromantisan mereka yang tertunda karena dirinya tadi.Senyum terukir dibibirnya melihat itu semua.

“Akhirnya kau bahagia onnie.Chukae.”

#

Hyerin tersenyum kecil melihat Hyewon yang baru saja masuk kedalam kamar. Dapat ia lihat pancaran kebahagian di wajah kakaknya itu.

“Chukae onnie.”ujarnya riang.

“Ne, gomawo.”balas Hyewon riang.Dengan cepat ia peluk adiknya itu.

“Tapi kau tadi menggangu tau!!!” ujar Hyewon sambil melepaskan pelukannya.

Hyerin hanya tersenyum getir menananggapi perkataan Hyewon.”Mianhae onnie,tanpa sadar aku-.”

“Sudahlah tadi Junsu sudah mencium ku lagi.” Hyewon tersipu malu.

“Apa kau bahagia onnie?”

“Ne,aku bahagia.”

“Kalau begitu aku juga bahagia 😀 “

Hyewon terdiam melihat senyum tulus yang dipancarkan Hyerin padanya. Hyewon memang bahagia saat ini tapi ia tahu adiknya itu tak sebahagia kelihatannya.

“Apa kau sudah jadian dengan Yunho?”

“Ne?”

Hyewon mendesah berat. Ia tatap Hyerin dalam. “Bukankah tadi Yunho menyatakan cinta padamu?”

Hyerin terdiam.Ia alihkan wajahnya dari Hyewon.Bagaimana Hyewon tahu kalau Yunho tadi menyatakan cinta padanya?Apa Yunho yang menceritakannya pada Hyewon?

“Bagaimana onnie tahu?”tanya ragu.

Hyewon menatap Hyerin lekat. “Jaejoong yang mengatakannya padaku tadi.” Jawabnya langsung.

Jantung Hyerin seakan berhenti berdetak.Jawaban Hyewon diluar perkiraaannya. Jadi benar yang ia lihat tadi adalah Jaejoong?Tapi kenapa? Kenapa pria itu datang menemuinya?

Hyewon dapat melihat perubahan dari raut wajah Hyerin.Wajah adiknya itu terlihat muram saat mendengar nama Jaejoong disebut. “Jadi apa kau dan Yunho sudah jadian?”tanyanya lagi.

Hyerin menoleh kearah Hyewon.Digelengkan kepalanya lemah. “Belum,tapi mungkin sebentar lagi. Kau tahu kan onnie,Yunho adalah tempatku bersandar selama ini.” jawabnya lirih.

Hyewon terdiam.Jadi Hyerin dan Yunho belum jadian?Tapi kenapa meraka tak langsung jadian saja?Apakah karena Jaejoong?

“Apa karena Jaejoong?Tadi kau melihatnya kan?”

Jantung Hyerin berdegup kuat.Pertanyaan yang menusuk hatinya terlontar mulus dari mulut Hyewon.Ia tundukan kepalanya perlahan. “Mungkin karena itu juga.”jawabnya jujur. Yah, mengkin karena ia melihat Jaejoong tadi,pikirannya menjadi bercabang.

Hyewon menghela napas melihat sikap Hyerin. “Apa kau suka dengan Yunho?”

Hyerin menoleh cepat.Matanya menatap Hyewon bingung.Tentu saja ia menyukai Yunho,karena Yunho lah yang bisa membuatnya nyaman. “Tentu,lagipula ia lah satu – satunya pria yang bisa membuatku nyaman. Lagipula aku sudah mengenal Yunho sejak kecil.”

“Tapi kenapa?Kenapa kau tak langsung menerima Yunho saja tadi?Bukankah kau menyukai?Mestinya kau tak ragu untuk menerima Yunho!Apa sekarang sudah ada pria lain yang bisa membuatmu merasa perduli dan nyaman dengan pria itu?”

Cercaan pertanyaan Hyewon tepat mengenai ulu hatinya. Hyerin paham arah pembicaraan Hyewon padanya.Kakaknya itu kini tengah membicarakan pria itu,Jaejoong.Ia alihkan wajahnya cepat dari Hyewon.Ia dibuat tak berkutik dengan pertanyaan Hyewon.

Hyewon tersenyum tipis melihat Hyerin. “Jadi kau juga menyukai pria itu? Tapi menurutku sepertinya kau lebih menyukai pria itu,makanya kau tak langsung menerima pernyataan cinta Yunho.Benarkan pikiranku?”

Hyerin beranjak bangun dari duduknya.Ia tak tahu apa yang harus ia jawab. Dengan cepat ia langkahkan kakinya pergi keluar kamar.

“Bukankah kau berjanji pada pria itu untuk jadi masa depannya?Kenapa kau tak mencoba menepati janji itu?” tanya Hyewon lagi saat Hyerin sudah sampai pintu.Dapat ia lihat Hyerin terpaku didepan pintu tanpa membukanya.

Hyerin tersenyum getir. “Tapi pria itu membenciku onnie.Dia membenciku.” ujarnya lirih,nyaris seperti berbisik.

Hyewon menghela napas panjang.Ia beranjak bangun dari duduknya dan menghampiri Hyerin.Ia tepuk pundak Hyerin perlahan.

“Bukankah kau melihatnya tadi?Apa kau tak berpikir kenapa ia datang menemuimu tadi?”

Hyerin terdiam.Rasanya terlalu lelah untuk menjawab pertanyaan Hyewon. Yang bisa ia lakukan sekarang hanya diam.

“Ia ingin minta maaf padamu.Ia tak mebencimu Hyerin,malah sebaliknya ia menyukaimu.”

Hyerin melirik Hyewon perlahan.Ia menghirup napasnya dalam. “Gomawo onnie,tapi itu tak merubah semuanya. Aku memang tak pernah marah padanya.Jujur aku senang mendengar perkataanmu onnie,tapi entahlah aku sulit mempercayainya.” Perlahan ia buka pintu kamarnya dan beranjak meninggalkan Hyewon.

Hyewon mendesah berat melihat Hyerin yang kini telah pergi dari hadapannya. Ia lipat kedua lengannya didepan dada.Matanya menatap lekat tempat Hyerin pergi tadi. “Sepertinya aku memang harus turun tangan.”

#

Hyerin termenung menatap lalu lalang orang yang sibuk dengan aktivitasnya sendiri.Kepalanya terus berdenyut sejak mendengar perkataan Hyewon padanya tai.Tidak mungkin pria itu menyukainya!Pria itu dengan jelas membencinya.Yah walaupun tak dikatakan secara langsung tapi perkataan yang pria itu  padanya sudah cukup jelas untuk menggambarkan semuanya.

“Kau Hyerin kan?Kenapa kau termenung dipinggir jalan seperti ini?”

Hyerin seketika tersadar.Seorang gadis dengan rambut dikuncir tengah menatapnya.Senyum manis terulas dibibir gadis itu.

“Dhi kha?”

“Kenapa kau sendirian disini?Bukankah sudah senja untuk seorang gadis berkeliaran ditengah hiruk kota seperti ini!”

Hyerin terkekeh.”Bukankah perkataan itu juga cocok untuk dilontarkan padamu Dikha.”

Dikha tersenyum getir. “Ne, aku juga berkeliaran sekarang heheehe.Akhh tapi kenapa kau sendiri?Apa kau sedang menunggu kekasihmu?”

“Kekasih?”

Dikha mengangguk cepat. “Ne,kekasih?Kekasihmu yang kakak kelas itu kan?” Dikha terlihat berpikir sejenak. “Akhhh Jaejoong!!Ya,kekasihmu namanya Jaejoong.Apa kau sedang menunggunya?”

Hyerin terdiam.Dikha masih berpikir Jaejoong adalah kekasihnya.Padahal ia berpura – pura menjadi Hyewon untuk menjadi kekasih Jaejoong.Dan sekarang semua itu telah selasai.Jaejoong sudah tahu semuanya.Dan kini Jaejoong telah membencinya.

“Kau juga kenapa disini?”

Dikha mendengus. “Tadinya aku mau pergi dengan Yunho tapi tiba – tiba Yunho membatalkan janjinya.Sungguh menyebalkan!!Dan yang membuatku makin sebal mendengar alasannya itu,masa dia bilang tiba – tiba mood nya buruk!!Alasan yang tidak masuk akal kan?” jelas Dikha.Dikha menghirup napas dalam. Ia kembali tersenyum kearah Hyerin.

“Padahal aku sudah membatalkan janji ku demi bertemu dengannya.Hanya demi melihat wajahnya.”ujarnya muram.

Hyerin terdiam melihat ekspresi wajah Dikha. Dapat ia lihat raut kekecewaan diwajah Dikha. Apakah Yunho membatalkan janji pada Dikha karena dirinya?

“Dikha,kau suka dengan Yunho?”tanyanya tanpa sadar.

“Ne,kau bilang apa?”

Hyerin tergagap.Entah kenapa pertanyaan seperti itu yang terlontar dibibirnya. Kenapa ia bisa berpikir Dikha menyukai Yunho?

“Anni lupakan saja.”

Dikha mencibir. “Ya!!Kau tadi bilang apa?Jangan buatku penasaran!!!”

“Apa kau menyukai Yunho?”tanya ragu.

Dikha terdiam sejenak detik kemudian senyum terkembang di bibirnya. “Ne, aku sangat menyukainya!!”ujarnya mantap. “Yunho satu – satunya pria yang bisa membuatku nyaman!!Yunho yang paling bisa mengerti diriku!!Dan kepulanganku ke Korea karena untuk mengejarnya!!”

Hyerin terdiam.Hatinya terasa ngilu mendengar perkataan Dikha,wajah Dikha memancarkan rona kebahagian saat membicarakan Yunho.Wajah yang sam seperti Hyewon saat bersam Junsu tadi.

‘Hyerin,apa kau tega mengilangkan senyum bahagia itu?Apa kau tega menghapus wajah bahagia itu?’

Perlahan ia tundukan wajahnya.Dadanya terasa sesak.Rasanya ia ingin menangis saat itu juga. ‘Hyerin,kau bodoh!!Benar – benar bodoh!!Kalau kau menghapus senyum bahagia itu.’ perlahan ia angkat wajahnya.Senyum terulas diwajahnya.

“Aku yakin Yunho akan sangat senang mendengar itu darimu.”

Dikha terdiam.Dikha tahu Yunho kembali ke Korea karena gadis yang kini berdiri didepannya.Tapi ia sudah membulatkan tekad untuk mendapatkan Yunho.

“Ne, gomawo.”

#

Junsu tersenyum kecil membaca sms dari Hyewon.Rasanya seperti mimpi Hyewon sudah berada didalam pelukannya.Mengingat berapa dalam pengorbanannya saat merrelakan Hyewon dulu.

“Junsu,apa kau sekarang sudah bahagia?”

Junsu tergagap.Ia hampir melupakan kakaknya yang kini duduk disebelahnya dengan mata lurus menatap TV.Tapi Junsu tahu pikiran kakaknya tak sedang berada disini.

“Ne,aku bahagia.Aku bahagia telah mendapatkan gadis yang aku cintai.”

Jaejoong tersenyum tipis. “Chukae.” ujarnya datar.Matanya masih menatap lurus kearah TV.

Junsu mendesah melihat reaksi Jaejoong. Ia tahu apa yang dialami Jaejoong tadi dari Hyewon.Kakaknya itu melihat Yunho sedang menyatakan cinta pada Hyerin.Padahal tadi Jaejoong ingin minta maaf pada Hyerin.

“Hyung,jangan menyerah untuk menggapai cintamu!!!”

Jaejoong menoleh kearah Junsu.Adiknya itu sedang menatapnya dengan senyum berbinar. “Terlambat Junsu.Ia sudah menjadi milik pria lain.”

Junsu tersenyum getir. “Tapi hyung-.”

“Sudahlah kau tak usah pikirkan aku!!Chukae untuk kau dan Hyewon!!!Aku mau pergi mencari udara segar dulu!!!” ujar Jaejoong.Dengan cepat ia beranjak dari duduknya dan mengambil kunci mobil yang terletak diatas meja TV.

Junsu menghela napas panjang melihat Jaejoong yang telah menghilang dibalik pintu.Ia sedikit terkejut saat terasa getaran disakunya.

‘1 message’

From:My Lovly

‘Bilang pada Hyungmu itu untuk pergi ke Lotte Word jam 20.00 nanti. Sebelum ia menyesal untuk kedua kalinya.’

Junsu tersenyum tipis membaca sms dari Hyewon.Ia pandang lagi pintu tempat Jaejoong keluar. ‘Kau juga akan bahagia hyung.”

#

Hyerin melirik jam ditangannya.Waktu menujukan pukul 19.00.Matanya berputar mencari pria yang ia tunggu.Pencariannya terhenti saat seorang priatengah berlari kearahnya.Ia tersenyum kecil saat pria itu kini berdiri dihadapannya.

“Apa sudah lama menungguku?” ujar pria itu seraya tersenyum padanya.

Hyerin menggeleng. “Anni,Yunho.Duduklah ada yang ingin aku bicarakan padamu.”

Jantung Yunho berdegup kencang.Ia sangat senang menerima sms dari Hyerin tadi yang memintanya untuk pergi ketaman kota.Ia yakin Hyerin memintanya datang untuk mendengar jawaban gadis itu.

“Ne,katakan.”ujar Yunho riang.

Hyerin meneguk ludahnya sendiri melihat wajah bahagia Yunho.Rasanya tak tega untuk mengtakan hal itu pada Yunho.Karena pa yang ia katakan hanya akan menyakiti pria itu.Dan ia tak mau melihat wajah itu terluka.Ia tak mau.Tapi ia harus melakukannya.

“Yunho,ini tentang jawabanku untukmu.”ujarnya lirih.Ia tak berani melihat Yunho.Rasanya terlalu menyakitkan hanya dengan melihat senyum diwajah Yunho.

Jantung Yunho bergemuruh kuat. Ia sangat siap mendengar jawaban gadis itu padanya. “Ne,apa jawabanmu?”

Kegugupan perlahan menyergap.Mulut Hyerin terasa kelu untuk digerakan. ‘Mungkin tak ada kebahagian untukku.Tapi setidaknya aku akan memberikan kebahagian untuk orang lain.Dikha,kau akan bahagia.’

Ia angkat wajahnya.Matanya menatap Yunho sendu. “Mianhae Yunho. Mianhae. Aku benar – benar tak bisa.”ujarnya lirih.Dapat ia lihat guratan kekecewaan diwajah pria itu.

Rahang Yunho mengeras.Hyerin menolaknya.Gadis itu menolaknya.Tapi kenapa?Kenapa gadis itu menolaknya?

“Kenapa?Kenapa kau menolakku?Apa kau sudah menyukai pria itu,hmm?” tangannya mengepal kuat. Ia serasa ditusuk ribuan jarum mendengar penolakan itu.

“Anni,karena ada gadis yang lebih mencintaimu daripada aku,Yunho.”

“Siapa?Siapa yang lebih mencintaiku dibanding dirimu,hmm?”

Hyerin dapat menangkap getaran dari suaru Yunho.Ia tahu Yunho sangat marah padanya.Dan ia kenal betul siapa Yunho.

“Yunho,gadis itu bahkan rela mengejarmu.Mengejarmu.Bukankah lebih baik dicintai daripada mencintai?Aku yakin ia bisa membahagiakanmu melebihiku.Aku hanya menyusahkanmu selama ini.Dan aku tak mau itu terjadi lagi.Aku tak mau.”

“Hyerin,tapi-.”

“Kau mengenalkau dengan baik Yunho.Aku mohon,kau menerima keputusanku. Walaupun itu berat.Mungkin kita hanya ditakdirkan sebagai sahabat dan tak akan pernah lebih dari itu.”

“Tapi Hyerin-.”

“Maafkan aku Yunho.Maafkan aku.Aku tak bisa.” ujar Hyerin lirih.Ia menarik Yunho cepat kedalam pelukannya. “Aku mohon jangan katakan apupun lagi.Aku mohon.Biarkan tak ada yang berubah diantara kita.Persahaban kita.” Hyerin menghirup napas dalam.Airmata mulai mengalir dipipinya. Rasanya terlalu berat untuk melepaskan pria yang berarti dihidupnya.

Yunho terdiam.Hyerin telah mengambil keputusan.Dan keputusan gadis itu teramat membuatnya sakit.Rasanya ia ingin berteriak marah.Apakah ini akhir dari cintanya pada Hyerin?

“Hyerin,aku-.”

Hyerin semakin mengeratkan pelukannya ditubuh Yunho. “Aku mohon biarkan waktu yang menghapus semua perasaanmu padaku Yunho. Sebagaimana cinta itu datang dan pergi dari hatimu.” ujarnya terisak.

“Hyerin,biarkan aku tetap mencintaimu.”

“Anni,kau harus melupakanku.Lupakan perasaanmu padaku.Karena saat kau melupakan perasaan itu,aku akan belajar untuk membiasakan diriku tanpamu,Yunho.” Airmata kian mengalir deras dipipinya.

Perlahan Yunho membalas pelukan Hyerin ditubuhnya.Pelukannya yang menyakitkan.Terlalu sulit untuk ia lepaskan pelukan itu.Pelukan dari gadis yang ia cintai sejak dulu.

“Aku mencintaimu,Hyerin.Amat sangat mencintaimu.”

#

Jaejoong melirik ponselnya sekilas.Dengan malas ia baca pesan dari Junsu itu.

‘Hyung,jam 20.00 di Lotte Word.Jangan lupa hyung!Kalau tidak kau akan menyesal.Ingat hyung,kesempatan tak akan datang dua kali!!’

Jaejoong melempar ponselnya ke jok belakang.Dengan cepat ia putar mobilnya kearah Lotte Word.Walaupun ia sendiri tak tahu apa yang akan ia temui di Lotte Word nanti.

“Aishh Junsu apa yang kau rencanakan hah?”

#

“Apa kau yakin Jongi akan datang?” tanya Hyewon sambil menyeruput vanila latte nya.

“Kau tidak perlu khawatir.Aku yakin Jaejoong hyung pasti datang.Kita tunggu saja dari sini.” jawab Junsu seraya tersenyum kecil.

“Ne,aku harap juga begitu.” Hyewon menatap keluar jendela tempat ia akan mengawasi Jaejoong dan Hyerin,adiknya.Kali ini ia lah yang akan membantu adiknya.Hyewon ingin adik kembarnya bahagia.Mungkin dengan cara ini,akan membawa adiknya kedalam kebahagiaan.

#

Jaejoong menatap jam ditangan kirinya.Masih kurang 10 menit dari jam yang diberitahu Junsu lewat sms padanya.Ia mencibir menatap sekitar.Ia tak dapat menemukan Junsu.Kemana adiknya itu?Bukankah Junsu memintanya untuk kesini?

“Aishh Junsu!!Aku sudah bosan menunggu seperti orang bodoh disini!!!!”

#

Junsu merasakan bulu kuduknya berdiri. “Sepertinya Jaejoong hyung tengah kesal padaku.”gumam Junsu lirih sambil memegang tengkuknya.

“Ne?”

“Anni.Lanjutkan saja mengintainya.”

“Si lambat Hyerin kemana sih??Sebenar lagi kan jam 20.00!!Kenapa ia belum datang juga??” gerutu Hyewon kesal.Matanya menatap Jaejoong yang kini tengah bersabdar didepan pintu masuk Lotte word.

Tiba – tiba senyum terulas dibibirnya.Dapat ia lihat seorang gadis yang sangat mirip dengannya sedang lari terburu – buru kearah pintu masuk Lotte Word.

“Akhirnya datang juga kau.”

#

Napas Hyerin memburu.Ia hampir terlambat ke Lotte Word.Dengan cepat ia tegakkan kepalanya dan berputar mencari Hyewon.Ia takut Hyewon akan marah padanya karena datang terlambat.Ia sendiri bingung kenapa Hyewon menelponnya dan menyuruhnya untuk bergegas ke Lotte Word.Padahal ia masih ingin bersama Yunho untuk beberapa menit,sebelum benar – benar berpisah dengan Yunho.

Jantungnya berdegup cepat.Saat matanya menangkap sesosok pria tengah bersandar di pintu masuk Lotte Word.Jadi inikah alasan Hyewon memintanya buru – buru ke Lotte Word?Untuk bertemu dengan pria itu?

Perlahan ia buka mulutnya yang terkatup.Rasanya berat untuk memanggil nama pria itu. Ia menghirup napas dalam. “Jaejoong..”

#

“Jaejoong..”

Jaejoong menoleh pelan.Matanya membulat.Seorang gadis tengah menatapnya. Jadi inikah maksud dari sms Junsu.Tentang kesempatan yang tak akan datang dua kali. Kesempatan untuk melihat gadis itu lagi dan meminta maaf atas semuanya.

“Hyerin..” perlahan ia langkahkan kakinya menuju gadis itu yang sampai saat ini masih menatapnya.

“Kau disini?”

Hyerin menangguk.”Ne,kau sudah tidak salah lagi membedakan aku dan Hyewon onnie rupanya.”

Jaejoong tergagap.Entah apa yang harus ia katakan.Mulutnya terasa kelu untuk berkata – kata sekarang.Yang ia inginkan saat ini memeluk gadis dihadapannya dan tak akan melepaskan pelukan itu lagi.Tapi tak bisa.Ia tak bisa semudah itu memeluk Hyerin.

Senang bertemu denganmu,Jaejoong.Aku permisi.”ujar Hyerin dan bergegas pergi meninggalkan Jaejoong.Rasanya pedih melihat wajah Jaejoong saat ini.Ia belum siap mendegar perkataan yang mungkin akan membuat hatinya sakit.

“Jangan pergi.Ada banyak hal yang ingin aku katakan padamu!!” cegah Jaejoong cepat.

Hyerin memiringkan wajahnya menatap Jaejoong. Ia tatap pergelangan tangannya yang digenggam Jaejoong erat.

“Bisakah kita pergi ketempat yang tenang untuk membicarakan hal itu?”

#

“Junsu,cepat.Hyerin sudah masuk ke mobilnya Jaejoong.”ujar Hyewon.Ia langsung menyeruput vanila lattenya kemudian menarik Junsu pergi.

Junsu terkekh geli melihat Hyewon yang begitu perduli dengan Hyerin dan Jaejoong.Rasanya menyenangkan mengetahui sisi lain dari diri Hyewon.

#

Hyerin keluar dari mobil Jaejoong.Rasanya aneh berada disamping Jaejoong saat ini.Apalagi setelah semua hal yang terjadi akhir – akhir ini.Sulit dipercaya Jaejoong berada disampingnya lagi.

Jaejoong melirik Hyerin yang berdiri disampingnya.Ia mengajak gadis itu ke danau kota. Tempat yang sama saat ia mengatakan kata – kata yang menyakitkan untuk Hyerin.Tapi sekarang ia akan membuat tempat itu menjadi tempat permintaan maafnya pada Hyerin.

“Hyerin,aku-.”

Hyerin menoleh kearah Jaejoong.Ia sunggingkan senyumnya tipis.Mungkin dengan tersenyum Jaejoong tak akan mengatakan kata – kata yang akan menyakitkan hatinya.

“Ne?Apa yang ingin kau katakan padaku?”

Jaejoong dapat merasakan debaran jantungnya saat Hyerin tersenyum kearahnya.Rasanya begitu menyejukan.Apakah ini tanda gadis itu tak marah padanya?

“Kau tak marah padaku?Kau tak marah dengan semua perkataanku padamu?”

Kembali ia kembangkan senyumnya kearah Jaejoong.Wajah Jaejoong tampak cemas menatapnya.Tak ada guratan kemarahan diwajah Jaejoong.

“Aku tak pernah marah padamu.Lagipula kenapa aku harus marah?Kau tidak melakukan kesalahan apapun padaku.”

Jaejoong terdiam.Seperti tetesan embun jatuh kehatinya.Benar – benar menyejukan rasanya mendengar perkataan Hyerin padanya. “Sungguh kau tak marah padaku?Kau tak membenciku?Atas semua yang ku lakukan padamu.”

Hyerin terkekeh geli.Ia mulai merasa nyaman berada disamping Jaejoong saat ini. Padahal ia berpikir Jaejoong telah membencinya.Tapi sekarang pria itu malah bertanya pada dirinya,apakah membenci pria itu.

“Kau tak pernah membuatku untuk membencimu,Jaejoong. Bahkan seharusnya pertanyaan itu yang ku lontarkan padamu.”

“Sungguh kau tak marah padaku?Kau tak membenciku?Atas semua yang ku lakukan padamu.” kali ini Hyerin yang menayakan hal yang sama dengan Jaejoong.

Jaejoong mentap Hyerin lekat. Ia sunggingkan senyumnya. “Tidak,aku tak marah padamu dan aku tak membencimu.”

“Tapi bukankah kau tak ingin bertemu denganku lagi?Bukankah kau tak ingin mengenalku lagi?”

Jaejoong terdiam.Hyerin menanyakan pertanyaan yang sulit ia jawab.Ia mengatakan semua hal itu karena kekecewaannya pada Hyerin.Tapi sekarang semuanya telah sirna,tertutup rasa cintanya pada gadis itu.

Hyerin mendesah singkat.Jaejoong tak menjawab pertanyaannya.Ia alihkan wajahnya kembali menatap danau.

“Hyerin,boleh aku bertanya suatu hal padamu?”

Hyerin kembali menoleh saat Jaejoong memecah keheningan diantara mereka. “Kau mau bertanya apa?”

“Apa kau bersama Yunho saat ini?” tanya Jaejoong ragu. Ia masih tak bisa melupakan kejadian tadi siang saat Yunho menyatakan cintanya pada Hyerin. Jaejoong butuh sebuah jawaban yang kuat untuk meyakinkan hatinya bahwa Hyerin tak jatuh ke pelukan Yunho.

Hyerin menyerengit bingung.Bersama Yunho?Apakah maksud pertanyaan Jaejoong,tentang pernyataan cinta Yunho padanya?

“Aku bersamamu.Aku sedang bersamamu saat ini.”

Jaejoong mencibir.Apa Hyerin tak mengerti maksud pertanyaannya? “Aishhh bukan itu maksudku!!!Maksudku apa kau sudah berpacaran dengan Yunho?”

Hyerin terkekeh geli melihat sikap Jaejoong.”Jadi tadi siang memang kau?”

Jaejoong tergagap.”Itu..Itu-“

“Ne?Jadi kau melihat saat Yunho bersamaku?”

Jaejoong dibuat tak berkutik dengan pertanyaan Hyerin.Apakah ia mesti jujur sekarang?Tapi bukankah Hyerin dan Yunho sudah-.Kepalanya terasa penat memikirkan kejadian tadi siang.

Hyerin tersenyum kecil melihat Jaejoong yang kini tengah mengacak rambutnya sendiri.Entah kenapa Jaejoong melakukan hal itu. Ia hanya merasa terhibur melihat sikap Jaejoong.

“Aku menolak Yunho.Aku rasa ada gadis yang lebih baik dari diriku yang mencintai Yunho.Makanya aku menolaknya.”

Jaejoong menoleh cepat kearah Hyerin.Kebahagian seakan menelusup kehatinya mendengar perkataan Hyerin.Jadi Hyerin tidak bersama Yunho? Ia tidak menerima Yunho?

“Benarkah?Kau serius dengan perkataanmu?Kau tidak bercandakan?”tanya Jaejoong cepat.Tangannya mencengkram kedua bahu Hyerin.

“Ne.”

Dengan cepat Jaejoong memeluk tubuh Hyerin.Kecemasannya seakan meluap. “Syukurlah kau tidak dengannya.”

#

“Junsu,apakah artinya mereka berdua telah berbaikan?”tanya Hyewon matanya menatap Jaejoong yang sedang memeluk Hyerin.

“Sepertinya iya.” jawab Junsu.

#

Napas Hyerin tercekat saat Jaejoong tiba – tiba memeluknya. Aneh.Rasanya aneh.Pipinya terasa panas saat Jaejoong semakin mengeratkan pelukan ditubuhnya.Jujur Hyerin merasa nyaman dengan pelukan itu.

“Syukurlah kau tidak dengannya.”

Hyerin termangu mendengar perkataan Jaejoong ditelinganya.Apa maksudnya dengan syukur karena ia tidak dengan Yunho?Apakah perkataan Hyewon benar,kalau Jaejoong tidak membencinya,malah pria itu menyukainya? Apa itu benar?Tapi bukankah Jaejoong menyukai Hyewon?

“Jaejoong,jangan seperti ini.”ujarnya lirih seraya melepaskan pelukan Jaejoong ditubuhnya.

Jaejoong tergagap. “Akhh maaf tanpa sadar aku-.”

“Gwachana.Berarti sudah tidak ada masalah diantara kita kan?”

Jaejoong menatap Hyerin sendu.Ia mengangguk mantap. “Sudah tidak ada.”

#

“Sudah,aku turun disini saja Jaejoong.”

Jaejoong menginjak rem kuat.Tiba – tiba Hyerin ingin turun dari mobilnya. Apa gadis itu tak ingin diantar sampai rumah?Padahal ia ingin menyatakan perasaannya pada Hyerin nanti saat sampai dirumah gadis itu.

“Kau tak ingin kuantar?”

“Bukan itu,hanya ingin jalan saja.” Ia buka pintu mobil dan bergegas keluar meninggalkan Jaejoong.

Jaejoong dengan cepat keluar dari mobilnya dan menghampiri Hyerin yang tengah menunggu lampu merah.

“Hyerin,masih ada yang ingin aku katakan padamu.”

Hyerin menoleh,ia tersenyum tipis kearah Jaejoong. “Bukankah masih banyak waktu untuk bercakap.”

“Ne,kau benar tapi-.”

#

“Junsu kenapa mobil Jongie menepi?Apa ia tak akan mengantarkan adikku sampai rumah?”

Junsu menepikan mobilnya tak jauh dari mobil Jaejoong berhenti.Ia menoleh kearah Hyewon yang duduk disampingnya. “Aku juga tidak tahu.Kita lihat saja apa yang akan terjadi.”

#

“Nah,aku pergi dulu.Masih banyak waktu untuk kita bercakap.”ujar Hyerin lagi.Ia langkahkan kakinya untuk menyebrang.

Jaejoong terdiam menatap kepergian Hyerin.Gejolak dihatinya ingin cepat – cepat mengatakan perasaan cintanya pada gadis itu.

“Hyerin!!!” panggilnya kencang. Dapat ia lihat Hyerin menghentikan langkahnya. Gadis itu perlahan menoleh kearahnya.

“Ne?”

Napas Jaejoong memburu saat Hyerin menatapnya.Jalanan yang sunyi seakan mendukungnya untuk mengatakan kalimat itu.

“Hyerin,aku- aku..”

“Kalau tak bisa mengatakannya sekarang.Masih ada besok untuk mengatakannya.”

Jaejoong menggeleng cepat.

“Hyerin,aku-.”

#

Mata Junsu membulat.Ia menyentuh pundak Hyewon cepat. “Hyewon,lihat itu.Lihat mobil itu!!!” ujar Junsu setengah berteriak.

Hyewon menoleh cepat kearah Junsu yang kini mencondongkan tubuhnya ke dasbor. “Aishh aku sedang memperhatikan sikap Jongie.”

Dengan cepat Junsu meraih wajah Hyewon.Dan menunjuk arah yang ia maksud pada Hyewon.

“Mobil itu.”

Mata Hyewon membulat.”Hyerin!!” Dengan cepat ia bergegas keluar mobil dan berlari kearah Jaejoong dan Hyerin disusul Junsu dibelakangnya.

#

“Ne?cepat katakan sebelum lampu kembali menjadi hijau.” ujar Hyerin yang mulai tak sabar menunggu perkataan yang akan terlontar dari mulut Jaejoong.

Jaejoong menatap Hyerin lekat.Ia menghirup napasnya dalam.Perlahan ia sunggingkan senyumnya bersiap untuk mengucapkan kalimat itu.

“Hyerin,aku mencintaimu.”ujarnya mantap.

Hyerin terdiam.Jaejoong menyatakan cinta padanya.Apa ia sedang bermimpi?Bukankah Jaejoong mencintai Hyewon.Dapat ia rasakan airmatanya mengalir perlahan.Entah kenapa ia sangat senang mendengar kalimat itu ‘Aku mencintaimu.’.Rasanya lebih menyenangkan saat Jaejoong yang menatakan hal itu padanya.

“Jaejoong,aku-.”

Tiba – tiba terasa sinar yang sangat menyilaukan dari arahnya berdiri.Mata Hyerin membulat.Ia nyaris melupakan tempatnya berdiri sekarang.

“Hyerin!!!” dapat ia dengar teriakan yang memanggil namanya.Seperti suara Hyewon.Ya itu suara Hyewon.Suara kakaknya yang terdengar parau.Tapi dimana Hyewon? Dapat ia rasakan kakinya terasa berat untuk beranjak pergi dari situ.

“Tidak!!!” Kali ini terdengar suara Jaejoong.Ia tolehkan kembali wajahnya.Kini Jaejoong tengah menatapnya cemas.Bahkan ada Hyewon dan Junsu yang kini berdiri disamping Jaejoong dengan tatapan yang sama.

Dapat ia rasakan sinar itu terasa dekat dengannya.Perlahan matanya terpejam.Detik berikutnya,ia merasakan benturan kuat ditubuhnya.

‘Bruk’

#

“Hyerin,ayo bangun!!Aku mohon bangun!!” tangan Hyewon mengguncang tubuh adiknya yang kini terbujur dengan bersimbah darah.

“Junsu cepat kau menyetirnya!!!”teriak Jaejoong panik.

“Hyung,tenanglah!!!”

Jaejoong semakin histeris.”Aishh kau pikir aku bisa tenang hah?Kau pikir,aku bisa tenang melihat semuanya??”

Junsu terdiam.Jaejoong benar.Tak mungkin bisa tenang melihat orang yang kita cintai bersimbah darah dan meregang nyawa seperti sekarang.

Jaejoong perlahan mengencangkan pelukannya di tubuh Hyerin.Ia sungguh ta menyadari ada mobil yang melaju kencang kearah gadis itu.Ia hanya terfokus pada Hyerin dan tak memperhatikan sekitarnya.Sampai Hyewon dan Junsu datang,ia baru sadar mobil itu sudah mendekat ke Hyerin.

“Hyerin,ayo bangun.Aku mohon,ayo bangun.Kau belum menjawab pertanyaanku.” Ia sentuh pipi gadis itu dan mengusap darah segar yang terus mengalir dari pelipis gadis itu.

Hyewon memeluk tubuhnya sendiri.Rasanya memilukan melihat adiknya kembarnya terbujur lemah tak berdaya. Ia tak menyangka semuanya akan seperti ini.

“Omma,Appa,Hyerin,dia-dia.”

Junsu menepuk pundak Hyewon pelan menenangkan gadis itu.Rasanya ia ingin menangis melihat keadaan yang sekarang tengah terjadi.Terlebih melihat kakaknya yang kini tengah memeluk gadis itu dikursi penumpang.

Hyerin perlahan membuka matanya.Sekujur tubuhnya terasa perih.Rasanya seluruh anggota tubuhnya sulit untuk digerakan.Seakan organ tubuhnya telah mati rasa.

“Hyerin,kau bangun.Kau bangun!!”

Dapat ia lihat Jaejoong menatapnya cemas. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa begitu menyakitkan?Sinar itu terasa menusuk – nusuk tubuhnya.

“Jaejoong,aku-“

Jaejoong menggengam lengan Hyerin kuat.Ia amat sangat takut kehilangan gadis itu.

“Mana Hyewon onnie?”tanyanya dengan sekuat tenanga yang tersisa.

“Aku disini.Kau harus bertahan!!Kau harus bertahan!!”Hyewon membalikan tubuhnya ke kursi penumpang.

Hyerin tersenyum kecil.Bibirnya terasa sakit saat digerakan. “Onnie,kau bahagia kan?Karena aku sekarang juga bahagia.” ujarnya lirih.

Airmata Hyewon semakin mengalir deras mendengar perkataan Hyerin padanya. “Aishh kenapa kau bicara seperti itu??Kau harus bertahan sampai Rumah Sakit!!”

“Onnie,aku senang kau dengan Junsu.Aku-.”Hyerin menghirup napasnya dalam.Paru – parunya seakan tak kuat lagi memompa udara keseluruh tubuhnya. “Aku tenang kalau kau dengan Junsu.Karna..karena aku yakin ia bisa membuatmu-.”Napas Hyerin mulai panjang pendek.Sulit untuk bernapas saat ini.”Membuatmu bahagia.”

Hyewon semakin kencang menangis. Sungguh ia tak siap untuk kehilangan. Kehilangan bagian jiwanya.

Hyerin menolehkan kepalanya kearah Jaejoong.Dapat ia lihat mata Jaejoong berkaca – kaca. “Jaejoong,aku-.” Ia menghirup napasnya kuat. “Aku senang mendengarmu..mendengarmu mengatakan kalimat itu..Bisakah- bisakah kau mengulangnya lagi?Aku…aku ingin mendengarnya.”

Mulut Jaejoong terasa kelu.Airmata mengalir di pipinya.Hatinya sakit teramat sakit. Hyerin,aku mencintaimu.”ujarnya terisak.

Perlahan Hyerin menggerakan tangannya.Walaupun sulit rasanya untuk ia gerakan.Perih.Terasa perih.Ia sentuh pipi Jaejoong perlahan.Ia sunggingkan senyum tipis. “Aku juga..juga mencintaimu.”

Jaejoong tak bisa menahan tangisnya mendengar perkataan Hyerin.Ia kencangkan pelukannya.Tak ingin rasanya ia lepaskan pelukan ditubuh gadis itu.

“Jaejoong,kau pernah bilang..kau bilang- kau akan menciumku..Jika..jika aku yang memintanya..Bisakah kau menciumku,..menciumku untuk..yang terakhir kalinya.”

Hyewon menangis.Ia tak kuat melihat semua yang kini tengah terjadi.Ia balikan tubuhnya kembali.Ia memeluk tubuhnya sendiri.Matanya terus mengeluarkan airmata.Ia tak siap untuk ditinggalkan.Ia tak siap.

“Hyerin,aku-.”

Hyerin menghirup napasnya kuat – kuat.Sulit untuk bernapas saat ini.”Aku mohon,untuk yang terakhir kali.”

Air mata terus mengalir dipipi Jaejoong.Menyakitkan harus mencium gadis yang ia cintai dalam keadaan seperti ini.Perlahan ia dekatkan wajahnya kewajah gadis itu. “Ini bukan ciuman terakhir dariku untukmu.”

“Ne,aku harap itu benar.” Perlahan Hyerin memejamkan matanya.Detik kemudian dapat ia rasakan bibirnya terasa manis.Ia bals ciuman itu pelan. ‘Aku mencintaimu.’

Jaejoong terdiam saat dirasakan tak ada lagi hembusan napas dari Hyerin.Perlahan ia lepaskan ciumannya.Matanya kosong.Hyerin tengah tersenyum,senyumnya yang menawan.

#

one more chance

waktu terus berputar

one more chance

tak ada jalan untuk kembali

one more chance

semuanya telah berakhir

one more chance

aku akan mencintaimu,selamanya

Iklan

3 responses »

  1. knp sad ending?
    pdhl aku ngarepin.a jj bahagia ma hyerin n junsu ma hyewon…
    tp bagus kok bsa bkin aku mengeluarkan air mta 😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s