Different part 12

Standar

Jaejoong seketika tersentak mendengar ucapan pria yang dipanggil Hyewon dengan sebutan Chunie itu.Entah kenapa hatinya panas mendengar hal itu. ‘Kau suka dengan Hyerin?’perlahan ia pegang dadanya,hatinya seakan teriris mendengar perkatan pria itu.

Hyerin terpanga mendengar pengakuan Yoochun.Pengakuan  Yoochun terdengar mustahil ditelinganya.Bagimana bisa seorang Yoochun,si bunga sekolah menyukainya?

“Kau bercanda kan?Kau tak serius kan?”

Perlahan Yooochun meraih jemari Hyerin kedalam genggamannya.Ia menatap Hyerin lembut. “Aku serius dengan perkataanku Hyerin.Apakah kau mau menjadi kekasihku?”

Different part 12

Hyerin tertunduk.Hatinya berdegup kencang.Pikirannya kalut. Ia merasa seperti mimpi mendengar pengakuan Yoochun.Bagaimana tidak,ia sama sekali tak mengenal Yoochun dengan baik.Bagaimana pria itu bisa menyukainya?

Hyerin mengangkat wajahnya perlahan.Matanya sejurus memandang Yoochun lekat. Wajahnya Yoochun tampak tegang,belum pernah ia melihat ekspresi Yoochun yang seperti itu.Teringat pertanyaan Hyewon padanya semalam,tentang perasaannya pada Yoochun.’Apakah ini ada hubungan dengan pertanyaan Hyewon onnie semalam?Apakah aku memang memiliki perasaan spesial pada Yoochun?’

Yoochun menatap Hyerin lekat.Tangannya masih menggenggam jemari Hyerin kuat,seolah takut melepaskan genggamannya pada gadis itu.Belum pernah ia merasa tegang seperti sekarang.Jantungnya terus memompa darahnya kencang,sehingga debaran yang ia rasakan kian  kuat.

“Hyerin, apakah kau menjadi kekasihku?”tanyanya lagi.

Hyerin terpaku mendengar pertanyaan yang meluncur mulus dari mulut Yoochun.Hatinya gundah,amat gundah.Ia sendiri belum bisa menerka dengan jelas perasaannya pada pria itu.Apakah ia harus mengiyakan pernyataan Yoochun?

“Yoochun ssi, aku..”entah kenapa suaranya seperti tercekat di pita suaranya. Seolah menolak tuk mengeluarkan kalimat berikutnya.

Hyewon tersenyum memandang Hyerin dan Yoochun,ada perasaan senang dihatinya menanti jawabannya yang keluar dari mulut Hyerin. ‘Hyerin,cintamu bersambut!!!cepat katakan kalau kau juga menyukai Yoochun!!!’

Hyerin menghirup napasnya dalam. “Yoochun ssi, aku-“

‘BRAK’ terdengar sentakan keras. Sontak Hyerin,Hyewon dan Yoochun menoleh kearah asal bunyi keras tersebut.Tampak Jaejoong sudah berdiri dengan kedua tangan terkepal diatas meja,sorot matanya tajam.

“Ya!!Joongie!!Kau membuat kami kaget tahu!!!”umpat Hyewon kesal sambil mengelus dadanya.

Jaejoong mendesah singkat.”Akhh jangan bercanda!!!Ini sungguh tidak lucu!!!” ucap Jaejoong geram.

Jaejoong mengatur napasnya yang memburu.Matanya menatap Yoochun dan Hyerin bergantian.Ia mencibir kecil.Matanya kembali menatap gadis didepannya tajam. “Aku pikir ini sungguh pertukaran yang tak lucu sama sekali!!!” ujarnya setengah berteriak.

Hyewon menyerengit bingung mendengar perkataan Jaejoong. Pertukaran? Apa yang dimaksud Jaejoong adalah pertukarannya dengan Hyerin?

“Ya!!Joongie!!Kau bicara apa??Bisakah kau duduk dengan tenang sekarang!!!” ujar Hyewon dengan intonasi yang agak tinggi.Tangannya berusaha meraih tangan Jaejoong tuk kembali duduk.

Jaejoong mencibir.Matanya menatap Hyerin dan Hyewon bergantian. Dipandang tangannya yang tengah digenggam gadis disampingnya. Ia tepis tangan itu cepat. “Akhh aku sudah tidak sabar!!!Kau pikir aku tak tahu kalau kau adalah Hyerin hah?”

Alis Hyewon terpaut mendengar perkataan Jaejoong yang ditunjukan padanya.Apa maksudnya perkataan itu?Jaejoong mengira dirinya  adalah Hyerin?Jelas – jelas ia sudah bertukar tempat dengan Hyerin tadi.Kenapa pria itu masih berpikir kalau ia adalah Hyerin?Apakah ini masih ada sangkut pautnya dengan perkataan Jaejoong tadi siang padanya?

“Hei,apa maksud perkataanmu yang bilang Hyewon adalah Hyerin hah?” Yoochun buka suara. Ia berdiri cepat.Matanya menatap Jaejoong tajam.

Jaejoong mencibir.Ia balas tatapan Yoochun.Ia berdecak kesal. “Gadis yang kau  nyatakan cinta barusan adalah Hyewon,kekasihku!!Bukan Hyerin!!” jawab Jaejoong.Matanya menoleh kearah gadis yang duduk disamping Yoochun.

Mata Hyerin membulat mendengar perkataan Jaejoong.Jaejoong masih berpikir ia adalah Hyewon!!Padahal jelas – jelas ia dan Hyewon sudah bertukar tempat tadi siang.Tapi kenapa Jaejoong masih mengira ia adalah Hyewon?

Hyewon mengepal tangannya geram.Dengan cepat ia beranjak bangun. ” Ya!!Jongie!!Aku ini Hyewon!!Dan gadis yang ada didepanmu itu Hyerin!!!Apa kau tidak bisa membedakan kami hah?” Hyewon menujuk Hyerin.Ia atur napasnya yang naik turun.Entah kenapa ia menjadi emosi mendengar perkataan Jaejoong.

Jaejoong mendesah berat.Ia menatap gadis disampingnya tajam. “Aku melihat kau dan Hyewon bertukar posisi tadi siang!!!Aku pikir penglihatanku salah!!Tapi hatiku tak bergemuruh seperti saat bersama Hyewon!!Walaupun sikapmu menunjukan kau adalah Hyewon!!”

Hyewon dan Hyerin seperti tersambar petir mendengar perkataan Jaejoong.Hyerin menundukan wajahnya dalam.Ia tak berani memandang Jaejoong ataupun Yoochun.Ternyata Jaejoong melihatnya bertukar dengan Hyewon tadi siang.’Akhirnya ketahuan!!Bagaimana ini?Ia pasti akan sangat membenciku!!’

Hyewon menundukan wajahnya perlahan tapi dengan cepat ia angkat wajahnya. Ia tak boleh bersikap kalau perkataan Jaejoong benar.” Ya!!Jongie, aku dan Hyerin-“perkataannya tergantung.Ia menghirup napasnya dalam. “Aku dan Hyerin tidak bertukar tempat seperti yang kau kira!!Lagipula untuk apa kami bertukar tempat?Tak ada untungnya bagi kami melakukan hal itu!”

Rahang Jaejoong mengeras.Entah kenapa ia tak bisa percaya dengan perkataan itu.Ia mendesah singkat.Kepalanya terasa berdenyut mendengar perkataan itu.Memang benar untuk apa Hyewon dan Hyerin bertukar tempat?Tapi kenapa perkataan itu seperti omong kosong ditelinganya. Perlahan ia tatap gadis yang duduk didepannya.Gadis itu tak bicara sejak tadi.Gadis itu hanya tertunduk. ‘Kau Hyewon kan?Bukan Hyerin?Gemuruh dihatiku hanya bereaksi padamu!!Lagipula aku tak mungkin salah membedakan gadis yang aku cintai!!!Telah banyak waktu yang aku lalui bersama Hyewon!!Tak mungkin bisa terlupakan begitu saja!!!’ pikirannya kian berkecamuk kuat.Ia menatap gadis didepannya lekat.

Hyewon mendesah melihat Jaejoong yang kini hanya menatap Hyerin. ‘Apakah perasaan cintamu padaku telah berubah Joongie?Apakah kebersamaanmu bersama Hyerin yang mengubah semuanya?’ Hyewon menghela napas dalam. Ia alihkan pandangannya kearah Yoochun yang kini tampak bingung dengan semua hal yang terjadi. Perlahan ia buka mulutnya yang terkatup. “Chunie, bawa Hyerin pergi dari sini!!Sepertinya terjadi kesalah pahaman dengan kekasihku ini.” matanya melirik kearah Jaejoong.

Yoochun menghela napas panjang.Ia sudah cukup dibuat bingung dengan perkataan pria yang bernama Jaejoong itu. Perkataan pria itu terdengar lucu ditelinganya.Bagaimana bisa Hyerin dan Hyewon bertukar tempat?Itu terdengar seperti omong kosong.Perlahan ia raih tangan Hyerin tuk mengajaknya pergi.

Saat tangan Yoochun meraih tangan Hyerin.Terasa sentakan keras ditangannya. Ia menatap Jaejoong yang kini tengah menggenggam tangan Hyerin kuat.

“Ya!!Dia kekasihku!!Kau tak berhak menyentuhnya!!!”ujar Jaejoong tajam. Dengan cepat ia menarik Hyewon pergi.

Mata Hyewon membulat melihat sikap Jaejoong.”Ya!!Joongie!!” teriaknya kesal melihat Jaejoong yang membawa Hyerin pergi.Ia mencibir. “Aishh!!Jongie!!! Aku ini Hyewon!!!” Ia berdecak pinggang.

Sejurus kemudian ia menatap Yoochun yang kini diam terpaku.Pria itu masih tampak kaget dengan kejadian barusan. Ia menghela napas panjang tuk kesekian kali. “Mianhae, Chunie. Sepertinya kekasihku benar – benar mengira Hyerin adalah aku!!Sepertinya ia salah paham melihat kedatangan Hyerin tadi disekolahku.”ujarnya lemah.

Yoochun terduduk. Ia mendesah kesal. “Hyerin kesekolahmu?”

Hyewon tergagap. “Ne, tadi aku memintanya…emhh memintanya untuk mengantar baju olahragaku yang tak sengaja masuk ketasnya.” bohongnya.Ia rasa itulah jawabannya yang tepat tuk menjawab pertanyaan Yoochun saat ini.

Yoochun terdiam.Teringat pertemuannya tadi siang dengan Hyerin yang tengah terluka didekat gerbang belakang sekolah. ‘Mungkin kah tadi siang dia baru kembali dari sekolah Hyewon dengan melewati gerbang belakang?Tapi kenapa pria bernama Jaejoong bisa berpikir Hyerin adalah Hyewon?’ batinnya berkecamuk.Memikirkan serangkaian kejadiannya yang terlihat mustahil dipikirannya.

#

“Ya!!Jaejoong!!!Lepaskan aku!!!” ronta Hyerin. Ia berusaha melepaskan cengkraman kuat tangan Jaejoong yang terus menariknya.

“Aku tak mau!!!” jawab Jaejoong cepat tanpa menoleh sedikitpun pada gadis dibelakangnya.

“Ya!!Aku Hyerin!!!Bukan Hyewon onnie!!!”

Jaejoong tak memperdulikan perkataan gadis itu.Ia buka pintu mobilnya cepat dan mendorong gadis itu masuk.”Aku tak ingin mendengar perkataan apapun darimu!!!” ujarnya ketus.

“Ya!!!Kau benar – benar salah orang!!Aku Hyerin!!Bukan Hyewon onnie!!!”

Jaejoong tak memperdulikan perkataan gadis disampingnya.Ia starter mobilnya tuk melaju pergi.Ia kemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya kalut. Ia bimbang. Ingatan tentang pertukaranan Hyerin dan Hyewon tadi siang terus terlintas dipikirannya.

“Jaejoong,aku-“

“SUDAH AKU BILANG DIAM!!” bentak Jaejoong keras. Kepalanya terasa berdenyut.Hatinya galau memikirkan kejadian yang terjadi saat ini.Ia merasa seperti dipermainkan.

Hyerin seketika terpaku saat Jaejoong membentaknya.Ia menghela napas panjang.Ia alihkan wajahnya keluar jendela mobil.Ia tahu,percuma mengajak Jaejoong bicara saat ini.Tapi sampai kapan ia harus menerima perlakuan seperti itu?Sampai kapan ia harus diperlakukan Jaejoong sebagai Hyewon?

#

Hyewon berjalan cepat memasuki apartment tempat Jaejoong tinggal.Entah kenapa ia melangkahkan kakinya kesana.Yang terus terlintas dipikirannya hanya pergi menemui Jaejoong tuk menjelaskan semuanya pada pria itu.Dengan cepat ia tekan berkali – kali bel apartement Jaejoong.

“Aishhh cepat buka pintunya!!!” ujarnya kesal tangannya masih terus menekan bel.

Hyewon menghela napas lega saat pintu apartment itu terbuka.Seketika hatinya mencelos mendapati bukan Jaejoong yang membukakan pintu melainkan Junsu.

Junsu terpaku mendapati Hyewon yang kini berada didepan pintu apartemennya.Ada perasaan senang dihatinya melihat gadis itu.Perlahan ia kembangkan senyumnya kearah Hyewon.

“Ada apa Hyewon onnie?”tanya Junsu seramah mungkin.

Hyewon seketika tergagap. “Apa Jongie ada?” Hyewon tak berani menatap mata Junsu langsung.Sesekali untuk menutupi kegugupannya ia seraya mengintip dari balik tubuh Junsu untuk melihat kedalam rumah.

Hati Junsu seperti tersayat mendengar hal itu.Sudah ia duga,Hyewon datang untuk mencari kakaknya tapi tetap saja hatinya sakit.Walaupun ia sudah berusaha untuk merelakan Hyewon tapi tetap saja jauh didalm lubuk hatinya ia sangat ingin memiliki gadis itu.

Junsu tersenyum tipis tuk menutupi kekecewaannya.Ia menggeleng perlahan. “Jaejoong hyung tidak ada dirumah.Apa kau mau menunggunya?Atau kau ingin menitipkan pesan padaku?”

Hyewon mencibir.Kepalanya terasa berdanyut.Jaejoong ataupun Hyerin sama sekali tak bisa dihubungi!!Apa yang harus ia lakukan untuk mencari Jaejoong saat ini?Apakah ia harus pasrah dan pulang kerumahnya?Atau ia harus menerima tawaran Junsu untuk menunggu Jaejoong di appartementnya?

Hyewon menghela napas panjang. “Baiklah,aku akan menunggunya.” jawabanya. Akhirnya ia putuskan untuk menunggu toh ia juga lelah mencari Jaejoong.

Junsu tersenyum senang.Kebahagian menelusup ke hatinya. “Ne, silakan masuk.” ujarnya seraya mempersilahkan Hyewon masuk.

#

Jaejoong memarkirkan mobilnya di tepi danau.Hatinya kalut.Pikirannya tak bisa tenang memikirkan kejadian yang terjadi hari ini.Dan gadis disampingnya, hanya diam dan tak mengucapkan sepatah kata pun sejak ia membentaknya. Jaejoong mendesah. Ditolehkan kepalanya kearah gadis disampingnya itu.

Jaejoong menghela napas panjang. “Hei, kau tak ingin menjelaskan sesuatu padaku?” tanyanya. Jaejoong sudah cukup dibuat pusing hari ini.Ia butuh suatu penjelasan tentang kejadian hari ini.

Hyerin melirik Jaejoong.Ia menelan ludahnya perlahan.Ia sendiri bingung, apa yang harus ia jelaskan pada Jaejoong.Apakah ia harus mengakui semua kebenarannya?Hyerin mengakui,ia sangat ingin berkata jujur pada Jaejoong.Tapi ada perasaan takut dihatinya.Ia tidak siap jika Jaejoong membencinya setelah mengetahui kebenarannya.

Hyerin mengalihkan wajahnya keluar jendela.Ia tak sanggup melihat wajah Jaejoong saat ini. “Kau ingin aku menjelaskan apa?Aku rasa tak ada yang perlu aku jelaskan padamu.”ujarnya lirih. Hatinya serasa mencelos saat mengatakan hal itu.Ia telah membohongi hatinya sendiri tuk berkata jujur.

Jaejoong menghela napas.Matanya memandang lekat gadis disampingnya.Dia tersenyum tipis saat memandang gadis itu. ‘Aku yakin!Sangat yakin!!Kalau aku lah yang aku cintai!’

“Kau tak ingin menjelaskan kejadian Hyewon dan Hyerin disekolah tadi!Kau tahu?aku dibuat bingung karena hal itu!!Aku melihatmu bertukar tempat dengan-“kalimat Jaejoong tergantung.Rasanya berat tuk meneruskan kalimatnya.Ia menghirup napasnya dalam. “melihatmu bertukar tempat dengan Hyerin.” Yah bagi Jaejoong Hyewon bertukar tempat dengan Hyerin.

Seketika jantung Hyerin berdegup kencang mendengar perkataan Jaejoong. Perlahan ia tolehkan wajahnya kerah Jaejoong.Ia tatap bola mata coklat Jaejoong yang meneduhkan.Sorot mata Jaejoong kini jauh lebih tanang dibandingkan tadi sore.Apakah ini saatnya tuk menceritakan semuanya?

“Mau kah kau berjanji satu hal pada ku  Jaejoong?Baru aku jelaskan semuanya.”

Jaejoong terdiam.Untuk apa gadis itu memintanya untuk berjanji?Apa yang akan dikatakan gadis itu hingga ia harus berjanji?

Jaejoong tersenyum. “Ne, aku berjanji.”ujarnya.

Hyerin tersenyum tipis.Dadanya berdedup kencang.”Kau berjanji tidak akan membenciku setelah mengetahui kebenarannya?”

Jaejoong seketika terpaku mendengar perkataan gadis itu.Kenapa ia harus berjanji seperti itu?Sebenarnya apa yang akan dikatakan gadis itu? “Baiklah,aku berjanji.”

“Janji?”Hyerin mengacungkan jari kelingkingnya kearah Jaejoong.

Jaejoong terdiam sejenak.Perlahan ia angkat kelikingnya dan menautkan di kelingking gadis itu. “Ne, aku janji.”

Hyerin tersenyum simpul kearah Jaejoong.Ia menghirup napas dalam. Matanya memandang Jaejoong lekat. “Jaejoong,aku-” perkataannya tercekat.Ia tahu walaupun Jaejoong sudah berjanji padanya tapi tetap saja pasti akan sulit untuk pria itu memaafkannya. “Jaejoong,aku Hyerin.Sejak awal yang menjadi kekasihmu adalah aku!!Bukan Hyewon onnie!!! Mianhae.Mianhae Jaejoong.” ujarnya mantap. Jantungnya terus berdegup kencang dengan tempo yang tak beraturan.Matanya masih menatap Jaejoong lekat.

Jaejoong terpaku mendengar perkataan gadis itu.Apakah gadis itu serius dengan apa yang baru saja dikatakannya?Rasanya sulit dipercaya.

Jaejong terkekeh pelan.Matanya menatap nanar gadis didepannya. “Kau bercanda?Kau tidak serius kan?” Jaejoong berusaha meyakinkan dirinya,kalau semua itu hanya lelucon belaka.

Miris rasanya melihat eksperesi Jaejoong saat ini.Tapi Hyerin dengan cepat menepis rasa itu dari hatinya. “Ani!!Aku memang Hyerin!!Maaf membuatmu bingung!!Dan maaf karena telah mempermainkan perasaanmu.” Hyerin menghirup napas dalam,mencoba menengkan dirinya. “Maafkan aku,Jaejoong.Maafkan aku.” ujarnya lirih.

Jaejoong menggeleng kan kepalanya cepat.Hatinya terasa sesak mendengar penuturan gadis itu.”Ani!!Kau bohong!!KAU BOHONG!!” teriaknya kencang. Rasanya semua yang ia dengar hanya omong kosong belaka.

Hyerin tersenyum getir melihat Jaejoong.Hatinya terenyuh melihat raut wajah kekecewaan Jaejoong. “Maaf,tapi inilah kebenarannya!!!Aku adalah Hyerin!!Aku dan Hyewon onnie bertukar tempat tadi siang!!”ujarnya lagi. “Aku tak ingin menyakitimu seperti ini tapi-“

“Cukup!!Jangan katakan apapun lagi!!!Jangan katakan lagi!!!” ujar Jaejoong setengah berteriak.Kedua tangannya menutup telinganya kuat.

Hyerin tertunduk.Rasanya ia tak kuat lagi untuk menahan semuanya.Perlahan pandangan matanya buram tergenang cairan bening yang kini sudah mengumpul di pelupuk matanya.Ia angkat tangannya perlahan tuk menyentuh Jaejoong.

“Maafkan aku,Jaejoong. Aku-.” saat tangannya hampir meraih Jaejoong.Pria itu dengan cepat menepis tangannya.

“Jangan sentuh aku!!!Aku tak mau mendengar apapun darimu!!!” Jaejoong menatap Hyerin.Yah Hyerin.Gadis yang selama ini ia pikir adalah Hyewon adalah Hyerin. Kenapa ia tak pernah menyadari sebelumnya?Kenapa ia baru sadar sekarang setelah ia memiliki perasaan  yang berbeda dengan gadis itu?

Hyerin seketika terdiam saat Jaejoong menepis tangannya kencang.Ia tahu,Jaejoong sangat marah padanya.Amat sangat marah.Dapat ia lihat sorot mata Jaejoong yang memandangnya tajam.

“Maaf Jaejoong..Maafkan aku.” ujarnya terisak. “Maafkan aku..Aku tahu- aku.. aku telah menyakiti hatimu.Maafkan aku..”ujarnya lirih.

Jaejoong menatap Hyerin tajam.Gadis itu terus menggumam kan kata maaf . Apakah dengan kata itu,semua sakitnya bisa sembuh?Tak semudah itu baginya untuk memaafkan Hyerin,mengingat apa yang telah gadis itu lakukan padanya.Rasanya ia sedang dipermainkan.Hatinya,perasaan cintanya telah dipermainkan.Dan ia tak bisa bisa menerima hal itu.Sama sekali tidak!

Jaejoong tertunduk dalam.Rasanya seperti tertusuk ribuan jarum.Sakit sekali. Sampai untuk meneteskan airmata pun sulit rasanya. “Pergi!!Dan jangan pernah muncul lagi dihadapanku!!”ujarnya lirih. Hatinya galau,pikirannya terasa sesak tuk berpikir jernih saat ini.Yang ia tahu,ia hanya ingin ketenangan saat ini.

Hyerin termangu sejenak mendengar perkataan Jaejoong.Perlahan ia buka pintu mobil Jaejoong.Ia langkahkan kakinya perlahan.Sejenak ia alihkan wajahnya melihat kearah Jaejoong.Jaejoong tengah tertunduk dan tangannya mengepal kuat.’Jaejoong,maafkan aku.’ Lagi.Airmatanya mengalir dipipinya. Rasanya terlalu sulit untuk tidak menangis saat ini.Perasaan bersalah semakin kuat hinggap dihatinya melihat keadaan Jaejoong saat ini.

#

Hyewon perlahan menyentuh dadanya yang tiba – tiba terasa menyesakan. Sesak rasanya sampai ingin menangis.Perlahan airmatanya mengalir turun tanpa biasa ia cegah.Rasanya ia ingin menangis kencang.Kenapa tiba – tiba seperti itu?Rasanya sama seperti dulu,saat Hyerin terluka karenanya. ‘Hyerin,kau sedang menangis kah saat ini?Apa yang terjadi padamu?’

Junsu seketika terperajat mendapati Hyewon yang tiba – tiba menangis. Dengan cepat ia taruh gelas yang ia bawa untuk Hyewon. “Hyewon noona,kau kenapa?”tanyanya cemas.Tangannya meraih wajah Hyewon dan menyeka pelan air mata gadis itu.

Hyewon sedikit tersentak saat Junsu menyeka airmatanya.Ingin rasanya ia cegah tangan Junsu untuk menyeka air matanya.Tapi entah kenapa ia sangat nyaman diperlakukan Junsu seperti itu.Ia butuh seseorang untuk menengkan hatinya saat ini. ‘Junsu, aku membutuhkanmu.’

“Hyewon,kau kenapa?Apa kau sakit?Apa kau ingin aku antar pulang sekarang? Junsu terus mencecar berbagai pertanyaan pada Hyewon.Ia sangat khawatir melihat kondisi gadis itu.Bagaimana tidak,sejak Hyewon datang wajah gadis itu sudah terlihat sayu dan sekarang gadis itu menangis tanpa sebab. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Hyewon?

Hyewon tak bisa menghentikan laju air matanya yang kian deras mengalir. Air matanya terus mengalir tanpa bisa ia cegah.Padahal ia tak ingin menangis saat ini.Apakah Hyerin sedang menangis dan terluka hatinya saat ini?Ia memang pernah mengalami hal ini sebelumnya,dan yang menyebabkan itu adalah luka dihati adik kembanya,Hyerin. Akibat pertukaran yang mereka lakukan dulu. ‘Omma,ini kembali terulang!!Aku telah membuatnya bersedih lagi!Maaf omma,aku tak mendengar ucapanmu waktu itu!!Maafkan aku!!’

Junsu panik melihat Hyewon yang diam dan terus menangis.Hatinya terasa teriris melihat keadaan Hyewon saat ini.Tanpa sadar ia menarik Hyewon kedalam pelukannya.Ia ingin meredakan tangis gadis itu.Hatinya seakan menangis melihat gadis itu yang tak henti menangis. “Jangan menangis!!Aku mohon jangan menangis!!!” pintanya.Ia semakin mengeratkan pelukannya pada Hyewon.

Hyewon hanya terdiam saat Junsu tiba – tiba memeluknya. ‘Hangat.Rasanya hangat dan menenangkan.’Tanpa sadar tangisnya semakin kencang,saat menerima pelukan Junsu.Perlahan ia gerakan tangannya seraya membalas pelukan hangat Junsu.’Aku mohon terus peluk aku seperti ini!!Jangan pernah lepaskan pelukan ini!Aku butuh tempat untuk bersandar saat ini.’

#

Jaejoong terus meneguk alkohol didepannya.Entahlah sudah berapa botol yang ia minum.Rasanya cukup membaik dengan menenggak alkohol.Ia dapat melupakan sedikit masalah yang kini ada dihadapnnya.Ia seperti melambung saat meminum alkohol – alkohol itu.Perlahan ia telungkupkan wajahnya. Tangannya masih memegang segelas alkohol penuh.Ia angkat wajahnya dengan limbung dan kembali menenggak alkohol digelasnya sampai habis.Ia letakan gelas itu kasar sampai mejanya pun berbunyi.

“Ya!!!!Soo Hyerin!!!Kau pembohong!!!Kau telah membohongiku!!!!”gumamnya lirih sambil menuangkan lagi alkohol kedalam gelasnya.Dengan cepat ia menenggak lagi alkohol dalam gelasnya.

Jaejoong menyeka mulutnya cepat.Perlahan butiran air mata mengalir dipipinya.Ia terisak perlahan.Diraihnya botol alkohol dan menenggak isinya sampai habis.”Kau telah mempermainkan perasaanku So Hyerin!!Kau telah mempermainkan perasaannku!!”ujarnya setengah berteriak.Airmatanya kian mengalir turun.Dadanya terasa sesak.Rasanya sensasi yang diberikan minuman beralkohol padanya tak cukup untuk menutupi sakit dihatinya.

Jaejoong kembali membuka botol alkohol berikutnya.Tubuhnya terasa ringan.Wajahnya sudah merah.Ia mabuk berat.Tapi tetap saja ia tak ingin berhenti untuk meminum alkohol yang telah ia beli.Ia hanya ingin rasa sakit dihatinya cepat hilang bersama bayangan gadis yang kini telah memenuhi isi kepalanya.

#

Hyerin berjalan tak tentu arah.Rasanya terlalu berat untuk melangkahkan kakinya tuk pulang kerumah.Ia tak mau Hyewon dan kedua orang tuanya khawatir melihat keadaanya.Airmatanya tak berhenti mengalir.Hatinya amat sesak.Ia tak perduli dengan pandangan orang – orang yang melihat aneh kearahnya. Yang ia inginkan saat ini hanya untuk tempat bersandar dan menumpahkan seluruh keluh kesahnya.Tapi bukan Hyewon,kakaknya.Karena ia tahu,jika ia mengatakan hal yang kini tengah terjadi Hyewon hanya akan memperkeruh keadaan.Perlahan ia raih ponselnya dari dalam tas.Ia nyalakan ponselnya yang ternyata mati.Dengan cepat ia tekan panggilan cepat satu.

Tangisnya makin pecah saat orang yang ia  telpon menjawab telponnya.

“Yunho…” Ia terisak.”Aku-..Aku membutuhkanmu”Tangisnya makin kencang.

#

Junsu terus memeluk  Hyewon kencang.Tangis gadis itu kini sudah agak mereda.Walupun masih terdengar isakan dari bibir gadis itu.

“Junsu,gomawo.”

Junsu seketika terdiam mendengar suara dari mulut Hyewon.Perlahan ia lepaskan pelukannya dari tubuh Hyewon.Perlahan ia raih jemari Hyewon kedalam gengamannya.Ditatapnya Hyewon sendu. “Kau kenapa?Kenapa tiba – tiba menangis?”

Hyewon terdiam.Ia sendiri bingung,ia menangis bukan karena kemauannya. Ia menangis karena perasaan sedih tiba – tiba menghinggapi dirinya.Ia tak mungkin menjawab,Hyerin yang menyebabkannya menangis.

“Junsu,aku-.” perkataannya tergantung saat terdengar suara kencang dari arah pintu.Sontak ia menoleh keasal suara tersebut.

Junsu dengan cepat melepaskan genggaman tangannya dari jemari Hyewon. Ia berjalan kearah pintu depan tuk mengetahui asal bunyi suara tersebut. Junsu sedikit terperajat mendapati kakaknya,Jaejoong sudah tergeletak di lantai. “Hyung,kau kenapa?” Junsu bergegas menangkat tubuh Jaejoong bangun.Tercium aroma alkohol yang kuat dari tubuh Jaejoong.

“Hyung,kau mabuk?Apa yang terjadi padamu Hyung?”tanya Junsu sambil memapah Jaejoong yang tengah mabuk.

Jaejoong terkekeh pelan melihat Junsu.Ia acak – acak rambut Junsu pelan. “Aku sakit hati!!!Dia- Dia mempermainkan perasaanku Junsu!!!Dia mempermainkan perasaanku Junsu!!!”Tiba – tiba Jaejoong kembali menangis.

Junsu termangu mendengar perkataan Jaejoong.Mungkinkah ini ada sangkut pautnya dengan kedatangan Hyewon yang tiba -tiba?

“Hyun,yang menyakiti hatimu adalah Hyewon?”

Jaejoong mendorong tubuh Junsu pelan.Rasanya tenanga sudah tak ada.Ia bersandar di dinding.Matanya menatap nanar kearah Junsu. “Ya,dia salah satunya yang menyakiti hatiku!!!Tapi Hyerin ia-..”Jaejoong kembali terisak “HYERIN TELAH MEMPERMAINKAN PERASAANKU JUNSU!!!”ujarnya setengah berteriak.Kemudian tubuhnya limbung dan ia terduduk dilantai.

Junsu termangu.Apa maksud perkataan Jaejoong tentang Hyerin yang mempermainkan perasaan pria itu?Apakah semuanya telah terbongkar?Apakah Jaejoong sudah mengetahui pertukaran Hyerin dan Hyewon?Junsu perlahan mendekati Jaejoong yang kini terduduk dengan wajah tertunduk. “Hyung,apa maksudmu-“

“Hyerin sudah berkata jujur padamu hah?”

Junsu menoleh cepat.Hyewon telah berdiri tak jauh dari tempatnya dan Jaejoong.Ia hampir melupakan kalau Hyewon berada disini. “Hyewon?”

Jaejoong mengangkat wajahnya cepat.Ia tersenyum sinis menatap Hyewon. “Kau disini rupanya?Kau dan adikmu itu sama – sama tak berperasaan! !Adikmu telah membohongiku!!mempermainkan perasaanku!!!Dan kau tlah membiarkan dirinya menjadi dirimu untuk berpura – pura menjadi kekasihku!!!”

Hyewon terdiam mendengar perkataan Jaejoong.Jaejoong telah membuka faktanya.Ia tak pernah menduga sebelumnya kalau akan jadi seperti ini.

“Hyerin,dia-” Kalimat Jaejoong tercekat.Kepalanya semakin berdenyut. “Kau telah membiarkan hatiku menjadi miliknya!!” Jaejoong kembali terkekeh.Ia mengalihkan pandangannya kearah Junsu. “Aku tahu Hyewon,aku tahu-.”Kalimatnya kembali terputus.Ia hirup napasnya dalam.Ia sentuh wajah Junsu perlahan. “Kau tak mencintaiku tapi kau mencintai Junsu!!Kau mencintai adikku!!!”

Junsu terdiam mendengar perkataan Jaejoong.Jaejoong tersenyum simpul kearah Junsu.”Makanya kau membiarkan Hyerin menjadi dirimu dan berpura – pura menjadi kekasihku.Karena kau ingin mendapatkan hati adikku ini!!Ya kan??Begitukan?” perkataan Jaejoong semakin tak terkendali. Ia mabuk berat tanpa sadr ia mengungkapkan semua yang ada dipikirannya.

Hyewon tertunduk.Jaejoong benar.Jaejoong telah membuka semua fakta yang ia kunci rapat dihatinya.Bahkan Hyerin tak tahu akan hal itu. “Jongie,aku-“

“Kau tak perlu menjelaskan apapun padaku!!!Adikmu itu telah cukup membuatku mengerti semua permainanmu dan adikmu itu!!!”Perlahan Jaejoong bangkit.Tubuhnya limbung.Ia berjalan perlahan kearah Hyewon “Kau tak perlu khawatir,karena Junsu juga mempunyai perasaan yang sama dengamu!!”

Junsu tersentak. “Ya!!Hyung!!Cukup Hyung!!Kau sedang mabuk saat ini!!Jangan katakan apapun lagi!!!” pinta Junsu.Ia tak mau Hyewon tahu perasaannya pada gadis itu.

Hyewon terpaku.Junsu mempunyai perasaan yang sama padanya. Benarkah ?Perlahan ia tolehkan wajahnya kearah Junsu. ‘Benarkah?Kau juga mencintaiku Junsu?’

Tiba – tiba Jaejoong tertawa keras. “Kau tak perlu khawatir adikku sayang!!Karena..-.”Jaejoong menghirup napasanya dalam.”Karena hatiku sudah tak untuk Hyewon lagi!!!”Jaejoong kembali terdiam.”Hatiku kini hanya untuk Hyewon yang berpura – pura menjadi kekasihku!!Gadis yang telah mempermainkan perasaanku!!!” Jaejoong kembali terisak dan tertunduk.

Hyewon kemabali menolehkan wajahnya kearah Jaejoong.Apa maksud perkataan Jaejoong itu?Apakah Jaejoong telah menyukai Hyerin?

“Jongie,kau-.”

continue..

Iklan

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s